Dari Mayang ke Alpen: Kisah Nizar, Pelari Jember yang Bikin Indonesia Bangga di UTMB 2026

Reporter : Muhammad Hatta
Akhmad Nizar Bayu Aftoni Dwi Ananda pelari asal Jember saat latihan

KLIKJATIM.Com | Jember – Dari Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, langkah Akhmad Nizar Bayu Aftoni Dwi Ananda membawanya hingga ke pegunungan Alpen, Prancis.

Pria yang akrab disapa Nizar Edo itu sukses menuntaskan kategori CCC (Courmayeur-Champex-Chamonix) dalam UTMB World Series 2026 pada 28 Agustus 2026. Ia mencatat waktu 17 jam 36 menit 13 detik dan menempati posisi sebagai pelari Indonesia tercepat kedua sepanjang masa di kategori CCC.

Baca juga: Pasar Tanjung Jember Bakal Direvitalisasi, Pemkab Siapkan 69 Petak Gratis untuk Pedagang

Lintasan yang menghubungkan Courmayeur di Italia, Champex di Swiss, hingga Chamonix di Prancis itu menjadi salah satu tantangan terbesar dalam satu dekade perjalanan Nizar sebagai pelari trail.

Target awalnya adalah finis di bawah 15 jam. Namun, perubahan rute akibat cuaca buruk membuat jarak lomba yang semula sekitar 99 kilometer menjadi sekitar 107 hingga 109 kilometer. Ditambah angin kencang dan persoalan asupan, target tersebut akhirnya belum tercapai.

“Sebenarnya targetnya finish di bawah 15 jam. Tapi secara kenyataan 17 jam 36 menit. Salah satunya karena perubahan rute,” kata Nizar saat ditemui di Jember, Selasa (15/9/2026) malam.

Menariknya, perjalanan Nizar sebagai pelari justru bermula dari kegiatan kampus. Pada 2016, ketika kuliah Teknik Industri di Universitas Brawijaya, ia mengikuti Olimpiade Brawijaya dan mewakili fakultasnya dalam cabang lari.

Dari komunitas Run Malang Run, ia kemudian mengenal trail running. Setahun setelah mulai menekuni olahraga tersebut, Nizar mengikuti Bromo Tengger Semeru Ultra kategori 30 kilometer dan langsung menjadi juara.

Sejak itu, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan di Indonesia. Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Jawa hingga Danau Toba pernah menjadi bagian dari perjalanan larinya.

Kesempatan menuju panggung internasional datang setelah Nizar finis tiga besar di Trail of the King (TOTK) 100K di Toba. Prestasi itu memberinya jalur direct entry menuju UTMB World Series di Prancis.

Bagi Nizar, UTMB menjadi pengalaman yang berbeda. Ia menyebut ajang tersebut sebagai salah satu perlombaan paling prestisius bagi pelari trail.

“Kalau orang-orang menyebutnya seperti naik hajinya pelari trail, ya di UTMB ini,” tuturnya.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Pasar Tanjung Jember Memanas, Kadiskopumdag Pingsan Saat Dialog dengan Massa

Setelah mencicipi kerasnya lintasan Alpen, Nizar kini membawa pulang pengalaman tersebut ke Jember.

Ia ikut mengembangkan trail running di daerah asalnya, salah satunya melalui latihan di kawasan Batu Jubang, Kecamatan Mumbulsari. Bersama komunitas, ia membantu membuat rute latihan sekaligus mendorong pentingnya keselamatan dan perlindungan alam.

Ketua Harian ALTI Jember, Azwar Anas, menilai Nizar bukan hanya atlet berprestasi, tetapi juga sosok yang aktif berbagi ilmu kepada pelari muda.

“Mas Nizar itu soal ilmu sangat enak dan sangat humble. Dia tidak pelit ilmu,” kata Anas.

Saat ini, sekitar 40 hingga 50 orang disebut mulai aktif atau tertarik dengan trail running di Jember. Sejumlah kawasan seperti Batu Jubang, Panti, Kali Jompo, Perkebunan Durjo dan Rembangan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi latihan.

Bagi Nizar, membangun prestasi tidak harus dimulai dari tempat besar. Ekosistem bisa tumbuh dari komunitas dan lingkungan sendiri.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 di Malang Terasa Hingga Jember, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

“Ekosistemnya sudah mulai muncul, orang-orangnya sudah ada. Tinggal dikelola lebih bagus, misalnya membuat event dan latihan bersama supaya bisa maju bersama-sama,” ujarnya.

Sepuluh tahun setelah mengenal dunia lari, anak Mayang itu akhirnya menjejakkan kaki di Alpen. Ia belum pulang dengan catatan waktu sesuai target, tetapi membawa pengalaman berharga dan sebuah pencapaian yang membanggakan: menjadi pelari Indonesia tercepat kedua di kategori CCC.

Kini, ia memilih kembali ke Jember. Bukan hanya untuk berlatih, tetapi juga membuka jalan bagi pelari-pelari muda daerahnya agar berani bermimpi menembus panggung nasional hingga internasional.

Prestasi Utama
2024: Bali Trail Running Ultra 55K (1), Bromo Tengger Trail Run 21K (1), Siksorogo Lawu Ultra 7K (1), serta sejumlah podium lainnya.
2025: Ijen Green Trail 50K (1), GBLK Trail 42K (1), Trail of the King by UTMB 100K (3), Kejurnas Lari Trail 100K (3).


2026: Jatim Ultra 100K (1), CTC Night Trail Ultra 80K (3), dan UTMB World Series CCC – pelari Indonesia tercepat kedua sepanjang masa

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru