KLIKJATIM.Com | Bangkalan -Sedikitnya 107 SPPG di Bangkalan hingga kini belum memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Sertifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan penerapan standar keamanan pangan sekaligus mencegah terjadinya kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.
HACCP merupakan sistem pengawasan dan pengendalian keamanan pangan yang bersifat preventif. Karena itu, sertifikasi tersebut menjadi salah satu kelengkapan penting yang perlu dimiliki setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Audiensi dan Delegasi Investor, Kawasan Industri Bangkalan Siap Dibangun
Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan berdasarkan data terakhir per Jumat (11/9/2026), terdapat 145 dapur yang telah memiliki kepala SPPG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 131 dapur telah beroperasi.
Namun, tujuh dapur di antaranya untuk sementara menghentikan operasional karena sejumlah kendala, seperti pergantian kepala SPPG, belum tersedianya petugas gizi, serta persoalan virtual account.
"Ada yang belum ganti kepala SPPG, ada yang belum ada petugas gizinya dan masalah virtual account," ujar Bambang, Minggu (13/9/2026).
Dari 131 dapur yang telah beroperasi, sebanyak 107 SPPG disebut belum memiliki sertifikat HACCP atau sertifikasi manajemen keamanan pangan. Rinciannya, 38 dapur telah mengantongi sertifikat HACCP, 34 dapur masih dalam proses, sementara 73 dapur belum memulai proses sertifikasi.
Baca juga: Sukses Gelar Turnamen Perdana, INSYA Bangkalan Buka Ruang Pembuktian Atlet Voli Madura
Selain HACCP, sejumlah dapur MBG di Bangkalan juga masih belum memiliki sertifikat kompetensi bagi chef atau juru masak. Saat ini, baru 101 dapur yang telah memiliki sertifikat kompetensi tersebut.
Setiap SPPG juga diwajibkan melengkapi sertifikat halal. Di Bangkalan, baru 45 SPPG yang telah memiliki sertifikat halal. Sementara itu, 66 dapur masih dalam proses pengurusan dan 34 dapur lainnya belum memilikinya.
Untuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebanyak 129 dapur telah mengantongi sertifikat tersebut, sedangkan lima dapur masih dalam tahap proses.
Baca juga: Edukasi Publik via Digital, Bawaslu Bangkalan Beberkan Mekanisme Penanganan Pelanggaran Pemilu
Bambang berharap seluruh dapur MBG di Bangkalan segera melengkapi berbagai sertifikasi yang dipersyaratkan. Menurutnya, kelengkapan tersebut penting agar program MBG dapat berjalan dengan baik sekaligus meminimalkan risiko terjadinya keracunan pangan.
Terlebih, program MBG di Bangkalan saat ini menyasar 297.026 penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan.
"Kami berharap seluruh persyaratan dan sertifikasi dapat segera dilengkapi agar program unggulan presiden ini berjalan dengan baik tanpa adanya kasus keracunan," pungkas Bambang.
Editor : Ratno