KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — Tim Kader Adiwiyata SMPN 1 Taman membuktikan peran aktifnya dalam menggerakkan budaya ramah lingkungan.
Siswa-siswi tersebut turun langsung mendampingi Kader Adiwiyata dari SMPN 2 Waru dan SMPN 3 Krian dalam kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Sekolah Adiwiyata yang digelar pada Jumat (11/9/2026).
Baca juga: Perkuat Ukhuwah dan Marwah Organisasi, 500 Anggota Sanshter dan PSHT Sidoarjo Gelar Sholawat Bersama
Dalam pertemuannya, Duta Kader Adiwiyata SMPN 1 Taman, Eshal Aqilah Azza Yuwono, bersama rekan-rekannya memaparkan pelbagai inovasi pengolahan hasil lingkungan dan pengelolaan sampah.
Beberapa produk unggulan yang dipresentasikan antara lain sirup belimbing wuluh, olahan daun cincau, permen jahe, wedang uwuh, teh bunga telang, hingga pembuatan kompos organik.
Eshal menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan produk berbahan dasar potensi sekolah tersebut berjalan lancar berkat bimbingan rutin para guru pembimbing.
“Alhamdulillah selama proses pembuatan tidak ada kesulitan. Kami dibantu guru yang membimbing. Kegiatan ini bertujuan mengajak siswa memanfaatkan potensi lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya pemanfaatan sampah organik untuk bahan kompos,” ujar Eshal.
Baca juga: Inovasi Sabakarya: Lewat MoU dengan SMKN 1 Jabon, Siswa SMPN 1 Sedati Buat Seragam Batik Sendiri
Kepala SMPN 1 Taman, Dra. Masroh Hidajati, M.Pd., menyampaikan bahwa pelibatan siswa secara langsung dalam agenda pendampingan tahap ketiga ini bertujuan untuk melatih mental, kemampuan berkomunikasi, serta kerja sama tim para siswa.
“Kalau Bapak Ibu guru tampil sudah biasa. Anak-anak perlu dilatih, apalagi tim Kader Adiwiyata selalu mengalami perubahan. Dari waktu ke waktu generasi terus belajar dan berkesinambungan kami bina serta latih,” ungkap Masroh.
Menurut Masroh, pendekatan antarsiswa (peer-to-peer) ini dinilai efektif memicu motivasi belajar antarsekolah. Ketika para siswa bergerak aktif dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), lingkungan tenaga pendidik dan masyarakat sekitar pun ikut tergerak.
Baca juga: Dinkop UM Sidoarjo Pacu 4.000 Pelaku Usaha Naik Kelas lewat Pelatihan Kewirausahaan
Selain aspek kelestarian lingkungan, program ini turut mengasah jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) siswa sejak dini. Olahan seperti permen jahe dan sirup belimbing wuluh diproduksi mandiri oleh siswa sebagai bekal kemandirian masa depan.
“Dampaknya bukan hanya untuk anak-anak saat ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang. Mereka belajar mencari ilmu, mempraktikkannya, dan mendapatkan bekal untuk kemandirian. Pada dasarnya anak-anak mudah digerakkan asalkan kita benar-benar mau membantu dan menunjukkan hal-hal yang baik dan positif,” imbuh Masroh.
Sebagai sekolah pembina, SMPN 1 Taman berkomitmen melanjutkan program pendampingan secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah sekitar guna menjaga kepercayaan publik sekaligus mencetak generasi muda yang sadar dan berbudaya lingkungan.
Editor : Fatih