Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Kegiatan forum diskusi bertema Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng yang digelar Pelindo Terminal Petikemas di Semarang

KLIKJATIM.Com | Semarang  — Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong untuk dikembangkan menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah seiring pesatnya pertumbuhan investasi, kawasan industri, dan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

Dorongan itu mengemuka dalam forum diskusi bertema Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng yang digelar Pelindo Terminal Petikemas di Semarang, Kamis (10/9).

Baca juga: Neraca Dagang Surplus USD5,64 Miliar, Arus Peti Kemas Internasional di TPK Semarang Melonjak 12,2 Persen

Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY Jarot Wibowo mengatakan peningkatan kapasitas Tanjung Emas perlu segera dilakukan agar pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Tengah tidak diikuti perpindahan arus logistik ke pelabuhan lain.

“Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi. Kami sudah estafet sejak 2024, kami sudah menemui pimpinan Bea Cukai dan Gubernur Jateng untuk mendorong Tanjung Emas menjadi pelabuhan utama,” ujarnya.

Menurut Jarot, pengembangan terminal perlu dibarengi penambahan peralatan dan fasilitas, termasuk tempat penimbunan sementara (TPS), untuk mempercepat perpindahan kontainer dan mengurangi kepadatan di area pelabuhan.

Ia juga meminta pengelola memanfaatkan periode low season untuk melakukan pembenahan sehingga kapasitas pelayanan siap menghadapi lonjakan arus barang pada peak season.

“Jangan sampai Tanjung Emas terlena. Saat ini low season, harus ada mitigasi khusus. Kalau peak season dan cuaca buruk datang, jangan sampai kembali terjadi penumpukan kontainer dan kapal menunggu lama,” katanya.

Pertumbuhan industri lebih cepat
Manager PT CMA-CGM Surabaya-Semarang Efraim Zakka mengatakan pertumbuhan pasar dan industri saat ini lebih cepat dibandingkan perkembangan sarana dan prasarana pelabuhan.

“Pertumbuhan pasar sangat cepat, lebih cepat daripada pertumbuhan sarana dan prasarana pelabuhan. Ini tentu harus diakomodasi dengan fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Ia mendorong adanya kepastian mengenai arah pengembangan Tanjung Emas agar pelaku usaha dapat menyusun rencana bisnis dan ekspansi.

Selain peningkatan kapasitas lapangan kontainer, Efraim menilai pendalaman alur dan kolam pelabuhan penting agar Tanjung Emas dapat melayani kapal berukuran lebih besar.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang Hari Ratmoko juga meminta pengembangan pelabuhan dipercepat untuk menangkap potensi ekonomi Jawa Tengah.

Menurut dia, Tanjung Emas dari sisi jumlah muatan sudah meningkat dan hampir sejajar dengan pelabuhan besar lain seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Baca juga: PLN Dorong Pemberdayaan Warga Desa Asinan, Eceng Gondok Rawa Pening Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

“Sudah waktunya jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya ini cepat berkembang dan tumbuh sehingga semua potensi ekonomi bisa kita capture,” katanya.

Hari menilai tantangan utama Tanjung Emas berada pada kedalaman alur pelayaran dan kolam pelabuhan. Selain itu, dermaga perlu diperpanjang untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kapal.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jateng-DIY Teguh Arif Handoko mengatakan Tanjung Emas menjadi pilihan logistik yang ekonomis bagi kawasan industri Semarang Raya dan berperan penting dalam distribusi barang ekspor-impor maupun domestik antarpulau.

“Pelabuhan Tanjung Emas menjadi pintu gerbang utama memang wajib. Jangan sampai Pemerintah Provinsi Jateng menggenjot investasi luar biasa, tetapi infrastruktur logistiknya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Teguh mendorong adanya target pengembangan yang realistis dan bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan TPK Semarang mencapai 1,2 juta TEUs pada 2030.

Arus peti kemas tumbuh positif
Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun masukan berbagai pemangku kepentingan terkait kebutuhan pengembangan terminal, termasuk dampak pertumbuhan kawasan industri baru seperti di Kabupaten Batang.

TPK Semarang saat ini telah mendapat tambahan empat crane untuk meningkatkan kapasitas pelayanan. Namun, penambahan peralatan tersebut tetap harus diikuti perencanaan jangka panjang.

Baca juga: Komitmen Dekarbonisasi, TPK Semarang Bangun Fondasi Data Emisi Terukur untuk Daya Saing Global

“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di terminal kita sekarang. Tapi kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” katanya.

Menurut Nyoman, arus peti kemas TPK Semarang tumbuh sekitar 16 persen pada 2023-2025, sementara pertumbuhan pada 2026 berada di kisaran sembilan persen. Sepanjang 2025, arus peti kemas telah mencapai sekitar 1 juta TEUs.

Hingga Agustus 2026, arus peti kemas TPK Semarang tercatat 698.500 TEUs, tumbuh 5,53 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 661.872 TEUs.

Arus peti kemas internasional mencapai 625.390 TEUs, tumbuh 8,53 persen secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128 TEUs atau naik 8,14 persen, sedangkan ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88 persen.

Nyoman menilai pertumbuhan tersebut memperkuat peluang Tanjung Emas menjadi gerbang utama ekspor-impor Jawa Tengah. Apalagi, tambahan crane memungkinkan terminal melayani kapal yang lebih besar.

“Memungkinkan sekali Tanjung Emas menjadi gerbang utama. Saat ini kami sudah punya crane yang bisa meng-handle kapal besar hingga 16 row. Tantangannya hanya draft atau kedalaman alur pelabuhan,” ujarnya.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru