KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bergerak cepat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kemarau panjang di Kabupaten Pasuruan terpenuhi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan langsung bantuan logistik berupa 45 unit tandon dan 500 unit jeriken guna menopang kebutuhan dasar 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga di empat kecamatan terdampak, Minggu (6/9/2026).
Penyaluran bantuan dipusatkan di Kecamatan Lumbang, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar di Kabupaten Pasuruan, yakni mencapai 8.966 jiwa (2.923 keluarga). Tiga kecamatan terdampak lainnya mencakup Pasrepan (7.675 jiwa), Kejayan (1.743 jiwa), serta Winongan (1.443 jiwa).
Baca juga: SMP-SMA Al Fattah Sidoarjo Gelar Pengenalan Pramuka, Latih Disiplin hingga Kepedulian Sosial
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa penanganan bencana kekeringan ini mengusung pola sinergi dan kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan guna memperluas jangkauan layanan logistik air bersih hingga ke pelosok.
"Dari 24 kabupaten, kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau. Selain itu, kami juga membagikan sembako di setiap titik untuk membantu keterjangkauan masyarakat mengakses logistik," ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa intervensi penanganan kemarau di Jawa Timur dilakukan secara komprehensif. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026, status siaga darurat kekeringan serta karhutla telah ditetapkan sejak 26 Mei 2026 untuk 38 kabupaten/kota di Jatim.
Hingga 5 September 2026, tercatat sebanyak 20 kabupaten di Jatim telah secara intensif melaksanakan dropping air bersih. Tak sebatas penyaluran bantuan fisik, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memanfaatkan pergerakan awan potensial di atas wilayah daratan.
"Selain bantuan berupa dropping air dan tandon, Pemprov Jatim akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan untuk disemaikan menjadi hujan," terang Khofifah.
Mengingat Pasuruan dikenal sebagai daerah religius, Khofifah turut mengimbau para tokoh agama dan warga untuk memperkuat ikhtiar batin dengan menggelar salat Istisqa memohon diturunkannya hujan.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat Pemprov Jatim. Pihaknya mengakui sedikitnya ada delapan desa di Kabupaten Pasuruan yang menjadi langganan kekeringan saban kemarau tiba. Pemerintah daerah kini tengah mengkaji solusi permanen jangka panjang agar persoalan krisis air di wilayah tersebut dapat teratasi secara tuntas.
Baca juga: Semangat Guyub Rukun Warga Graha Kota Sidoarjo Semarakkan Puncak HUT ke-81 RI
Dampak bantuan ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Fitria (35), warga Kecamatan Lumbang, mengaku lega atas hadirnya bantuan tandon dan dropping air bersih tersebut.
"Senang sekali dan sangat bermanfaat bagi kami untuk minum, masak, dan kebutuhan lainnya. Sebelum ada bantuan ini, kami terpaksa membeli air bersih seharga Rp150 ribu. Sekarang uangnya bisa dialihkan untuk kebutuhan sekolah anak dan dapur," tutur Fitria.
Editor : Fatih