Antrean Pertalite Mengular di Jember, Pertamina: Stok dan Distribusi Tak Bermasalah

Reporter : Muhammad Hatta
Antrian Panjang BBM Pertalite di Sejumlah SPBU di Jember.(Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Meski antrean terlihat memanjang hingga mendekati akses jalan raya, Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi stok dan distribusi BBM bersubsidi tersebut tetap aman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan antrean yang terjadi tidak disebabkan oleh kekosongan stok Pertalite. Berdasarkan pemantauan dan koordinasi dengan sejumlah pengelola SPBU, penyaluran BBM bersubsidi masih berlangsung normal.

Baca juga: Warga Jember Rela Antre Lama Beli Pertalite, Isu Kenaikan Harga BBM Jadi Sorotan

“Kami memastikan penyaluran Pertalite di SPBU di wilayah Jember tetap berjalan. Antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi pada waktu tertentu,” kata Ahad dalam keterangan tertulis kepada KlikJatim.com, Kamis (3/9/2026).

Pertamina, lanjut Ahad, telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk melakukan penataan antrean. Langkah tersebut dilakukan agar kepadatan kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Kami telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menata antrean agar tidak mengganggu akses jalan raya sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Antrean panjang mulai terlihat di sejumlah SPBU Jember sejak Minggu (30/8/2026) dan masih berlangsung hingga awal September. Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan sepeda motor.

Kondisi tersebut antara lain terpantau di SPBU Mlokorejo, Jambearum, Jalan Ahmad Yani atau Temba’an, Kreongan, Puger, dan Gajah Mada. Di beberapa titik, antrean kendaraan bahkan memanjang hingga mendekati akses jalan raya.

Sejumlah pengendara mengaku harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite. Rio Kurniawan (25), warga Kecamatan Sumbersari, mengatakan dirinya harus mengantre sekitar 20 hingga 30 menit.

“Saya antre sejak pukul 2 siang tadi. Baru dapat beli Pertalite jam setengah 3 sore ini, kurang lebih antre antara 20-30 menit,” kata Rio.

Menurut dia, antrean juga masih terlihat hingga dini hari di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani atau Temba’an. Kendaraan yang mengantre didominasi sepeda motor.

Antrean tersebut muncul bersamaan dengan beredarnya isu mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM pada awal September 2026. Isu tersebut diduga membuat sebagian masyarakat memilih mengisi Pertalite lebih awal untuk mengantisipasi perubahan harga.

Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau Jember hingga Oktober 2026, BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan

Namun, hingga kini belum terdapat pengumuman resmi mengenai kenaikan harga Pertalite sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, juga memastikan tidak terdapat persoalan pada stok maupun distribusi Pertalite di Jember.

“Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying,” kata Ikbal.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, Ikbal menyebut jalur distribusi Pertalite menuju SPBU di Jember berjalan tanpa gangguan. Karena itu, antrean yang terjadi dinilai sebagai fenomena lokal akibat peningkatan konsumsi.

“Fenomena terjadinya antrean yang mengular di Jember ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya juga tidak ada kendala sama sekali,” ujarnya.

Baca juga: Diduga Cabuli Anak 8 Tahun, Remaja 15 Tahun di Kalisat Jember Diamankan Polisi Usai Dimassa Warga

Ia menduga isu mengenai kenaikan harga BBM turut memengaruhi perilaku masyarakat sehingga terjadi peningkatan pembelian secara bersamaan.

“Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying,” katanya.

Pertamina memastikan pemantauan terhadap stok, penyaluran, dan kondisi antrean di sejumlah SPBU Jember akan terus dilakukan, terutama pada periode ketika konsumsi mengalami peningkatan.

Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai stok maupun harga BBM.

Pengelola SPBU diminta menjaga ketertiban antrean dan memperhatikan transaksi pengisian yang dilakukan secara berulang agar penyaluran Pertalite tetap tepat sasaran.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru