KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Ledakan hebat terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan memicu kebakaran besar hingga menyebabkan atap empat ruangan ambruk. Sedikitnya lima orang mengalami luka, tiga di antaranya menderita luka bakar serius.
SPPG Mojokerto Puri Medali milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group tersebut berada di Dusun/Desa Medali. SPPG milik Erista Widya Kristanti (38), warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto, itu memasak sekitar 3.700 porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.
Baca juga: Kecelakaan Maut Scoopy Vs CB 150 R di Mojokerto, Tiga Orang Tewas
Satpam SPPG, Bagianto (62), mengatakan sebelum ledakan terdengar suara gas bocor. Saat itu, tiga teknisi gas dari PT Energi Alam Utama sedang melakukan perbaikan di depan ruang pemorsian.
“Suara gas bocor dulu, lalu meledak. Meledaknya satu kali, seperti barang jatuh, duar,” kata Bagianto.
Saat kejadian, terdapat 13 orang di dalam SPPG, terdiri atas tiga teknisi gas, sembilan relawan bagian persiapan, dan Bagianto. Setelah ledakan, api langsung membesar dan para relawan berhamburan keluar.
Baca juga: Dinkes Tulungagung Evaluasi SPPG Pakisrejo Pasca Keracunan
Kerasnya ledakan menyebabkan atap empat ruangan ambruk, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat. Sebuah kendaraan pengangkut MBG juga tertimpa reruntuhan. Ledakan turut merusak gudang sepatu yang berada di belakang bangunan SPPG.
Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya dua truk PMK dikerahkan untuk memadamkan api. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius. Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni satu orang di RSI Sakinah dan dua orang di RS Gatoel, Kota Mojokerto.
Selain itu, dua relawan SPPG, Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), mengalami luka di kepala setelah tertimpa plafon ruang persiapan yang runtuh. Keduanya menjalani perawatan di RSI Sakinah.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab ledakan tersebut. Menurutnya, petugas BPBD fokus melakukan evakuasi korban dan pemadaman api.
“Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki penyebabnya. Kami hanya fokus ke evakuasi korban dan pemadaman api,” tandasnya.
Editor : Ratno