Legislator DPR BHS Dorong Sidoarjo Jadi Gerbang Wisata Jawa Timur

Reporter : Satria Nugraha
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo  -Sidoarjo didorong tidak sekadar menjadi daerah penyangga Surabaya, tetapi mengambil peran sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Jawa Timur. Potensi budaya, kuliner, seni tradisional, hingga akses transportasi dinilai menjadi modal kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan Sidoarjo memiliki kekayaan budaya yang besar dan dapat dikemas menjadi daya tarik wisata. Menurut dia, sejarah, kuliner tradisional, tari, ludruk, wayang kulit, wayang orang, ketoprak hingga campursari merupakan aset yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.

Baca juga: Penipuan CPNS Kemenimipas, Warga Sidoarjo Setor Rp625 Juta hingga Ikut Tes Fisik

“Potensi Sidoarjo untuk pariwisata luar biasa besar. Budayanya begitu besar dan ini bisa dikemas sedemikian rupa semaksimal mungkin untuk kepentingan promosi pariwisata,” kata BHS dalam Bimbingan Teknis Promosi dan Branding Wonderful Indonesia di Sidoarjo, Sabtu 8 Agustus 2026.

BHS menilai posisi geografis Sidoarjo semakin memperkuat peluang tersebut. Bandara Internasional Juanda berada di wilayah Sidoarjo dan menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Jawa Timur. Infrastruktur kereta api dan konektivitas darat juga dinilai dapat mendukung pengembangan destinasi.

“Diharapkan Sidoarjo ini bisa menjadi pusat budaya atau pariwisata yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Komitmen Gencarkan Pasar Murah Jaga Daya Beli Masyarakat Pasuruan dan Sidoarjo

Analis SDMA Ahli Muda Kementerian Pariwisata RI Nur Dewati mengatakan pemerintah pusat siap mendukung pengembangan pariwisata Sidoarjo melalui fasilitasi sesuai kebutuhan daerah. Ia menyebut Sidoarjo telah memiliki dua modal penting, yakni konektivitas dan produk wisata.

“Modal utama sudah dimiliki oleh Sidoarjo. Produk-produk sudah dimiliki, tinggal bagaimana cara mengembangkannya,” kata Nur Dewati.

Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi heksahelix antara legislatif, pemerintah daerah, media, komunitas, dan masyarakat diperlukan agar potensi wisata dapat dipromosikan secara berkelanjutan.

Baca juga: Peduli Kesehatan Mata Warga, Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Gelar Bakti Sosial di Camplong Sampang

Kabid Pariwisata Disporapar Sidoarjo Ruli Rochmawati menambahkan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada pasar yang lebih luas. Destinasi wisata, kuliner, dan produk kriya Sidoarjo perlu dikemas melalui storytelling dan berbagai platform digital.

“Harapannya, dengan pemanfaatan digitalisasi tersebut, peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi lebih baik,” kata Ruli.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru