KLIKJATIM.Com | Gresik – Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian, termasuk sistem pertanian terpadu mina padi, yang mulai berkembang di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar. Menurutnya, inovasi tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendongkrak pendapatan petani.
Komitmen itu disampaikan Syahrul saat menghadiri panen raya perdana mina padi di Desa Tanggulrejo, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan turut membaur bersama petani dan mengoperasikan mesin panen combine harvester.
Syahrul mengatakan, kenaikan harga gabah menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat kembali menggarap lahan sawah. Warga yang sebelumnya mengandalkan usaha tambak kini mulai beralih menerapkan sistem mina padi yang memadukan budidaya padi, ikan, dan udang dalam satu hamparan lahan.
"Naiknya harga gabah membuat masyarakat yang sebelumnya mengelola tambak kini mulai beralih menjadi petani. Tahun ini mereka mulai menikmati hasil panen melalui sistem mina padi," ujar Syahrul.
Menurutnya, sistem mina padi layak terus dikembangkan karena memberikan keuntungan ganda bagi petani. Selain memperoleh hasil panen padi, petani juga mendapatkan tambahan pendapatan dari budidaya ikan dan udang.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Syahrul memastikan DPRD Gresik akan terus mengawal berbagai program penguatan sektor pertanian. Salah satunya melalui normalisasi saluran irigasi tersier dan sekunder agar distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar.
Selain itu, DPRD juga telah mendorong penyaluran bantuan 15 unit pompa blower kepada lima Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yakni Gapoktan Tanggul, Sumberejo, Betoyo Kauman, Betoyo Guci, dan Gumeno. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pengairan lahan, terutama saat musim kemarau.
"Kami tidak hanya mendorong pengembangan mina padi, tetapi juga terus mengawal perbaikan infrastruktur pertanian. Normalisasi saluran irigasi serta bantuan pompa blower merupakan bagian dari upaya kami agar produktivitas pertanian di Gresik terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik," tegasnya.
Ke depan, Syahrul juga akan mengkaji pengembangan sistem irigasi yang mampu menjaga pasokan air tawar di kawasan pertanian pesisir sehingga tidak terdampak intrusi air laut.
Baca juga: Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Bergulir, 1.413 Atlet Siap Berebut 948 Medali
"Kami akan mengkaji model irigasi yang paling sesuai agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air tawar dan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh petani," katanya.
Keberhasilan panen perdana tersebut turut dirasakan petani setempat. Abdul Manaf mengaku hasil panen musim ini cukup menggembirakan karena didukung harga gabah yang terus membaik.
"Harga gabah sekarang sekitar Rp8 ribu per kilogram. Kami juga sudah panen udang sekitar 250 kilogram dan ikan 500 kilogram, sementara hasil padi mencapai 8 hingga 10 ton per hektare," ungkap Abdul Manaf.
Sementara itu, Kepala Desa Tanggulrejo, Karim Aly, mengatakan minat masyarakat untuk kembali bertani terus meningkat. Dari sekitar 50 hektare lahan persawahan yang ada, semakin banyak warga memilih menanam padi karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan usaha tambak.
Baca juga: DPRD Gresik Wanti-wanti Penumpukan Proyek Infrastruktur di Akhir Tahun
"Dalam satu hektare lahan, hasil panen bisa mencapai sekitar 8 hingga 10 ton. Sistem ini juga membantu memperbaiki unsur hara tanah sehingga kualitas lahan semakin baik," jelas Karim.
Meski demikian, Karim berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dapat memberikan dukungan lanjutan berupa pembangunan infrastruktur irigasi permanen, khususnya pasokan air dari Kali Corong, serta bantuan alat dan mesin pertanian.
"Kami berharap ada dukungan dari Pemkab Gresik berupa normalisasi saluran irigasi dan bantuan alat serta mesin pertanian seperti traktor. Apalagi antusiasme masyarakat untuk bertani sangat tinggi," pungkasnya.
Pengembangan sistem mina padi di Desa Tanggulrejo kini menjadi salah satu contoh inovasi pertanian di Kabupaten Gresik. Dengan dukungan infrastruktur, pengairan yang memadai, serta harga gabah yang menguntungkan, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Editor : Abdul Aziz Qomar