Bocah 11 Tahun di Jember yang Sempat Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Reporter : Muhammad Hatta
Petugas kepolisian dan medis dibantu warga saat mengevakuasi korban. (Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi, Selasa (28/7/2026) pagi.

Sebelum korban ditemukan, sempat beredar anggapan di kalangan sebagian warga bahwa korban dibawa makhluk halus. Keyakinan tersebut membuat warga bersama keluarga menggelar doa bersama selama proses pencarian. Namun, hasil penyelidikan awal kepolisian mengarah pada dugaan korban mengalami kecelakaan dan terbawa arus sungai.

Baca juga: Widarto Tegaskan Rapat Tertutup DPRD Jember Sesuai Tatib, Fraksi PDIP Usulkan Empat Prioritas KUA-PPAS 2027

Warga berinisial HD (40) membenarkan adanya doa bersama yang dilakukan sejak korban dinyatakan hilang pada Minggu (26/7/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga yang berharap korban segera ditemukan.

"Memang ada doa bersama yang dilakukan warga. Namun pagi tadi korban ditemukan di aliran irigasi dan diduga terbawa arus sungai. Untuk penyebab pastinya tentu pihak kepolisian yang lebih berwenang menjelaskan," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Semboro, Aipda Yayang Pangestu Widaya, mengatakan korban bernama Silvia Ramadani (11), siswi kelas V SD asal Dusun Pucu'an, Desa Sidomulyo. Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh seorang petani di saluran irigasi kawasan persawahan Dusun Krajan, Desa Rejoagung.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Wartawan Dilarang Liput Rapat Anggaran DPRD Jember

Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian yang sama seperti ketika dilaporkan hilang.

"Hasil pemeriksaan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Semboro tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban terpeleset hingga jatuh ke Sungai Bondoyudo, kemudian terbawa arus dan ditemukan di saluran irigasi," kata Yayang.

Baca juga: Saling Ejek Saat Live TikTok, Pelajar SMK di Jember Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Polisi juga menyampaikan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat kepolisian belum menemukan adanya indikasi tindak pidana. Peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan setelah korban terjatuh ke sungai dan terbawa arus hingga ditemukan di lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari titik awal.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru