KLIKJATIM.Com | Sumenep -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga darurat kekeringan menyusul ancaman krisis air bersih yang diperkirakan meluas selama musim kemarau 2026. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan dipetakan berpotensi terdampak kekeringan dan menjadi prioritas penanganan pemerintah.
Status siaga darurat ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026 yang berlaku selama enam bulan. Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih sekaligus memperkuat langkah mitigasi di wilayah rawan.
Baca juga: Dua Bulan Alami Kekeringan, Ratusan Warga Pakusari Jember Akhirnya Terima Bantuan Air Bersih
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan dengan memantau kondisi di wilayah masing-masing dan segera melaporkan apabila warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Yang paling penting, pemerintah desa harus lebih responsif melaporkan apabila terjadi kekeringan, terutama di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," kata Fauzi, Minggu (5/7).
Menurutnya, laporan dari pemerintah desa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan wilayah yang diprioritaskan dalam penyaluran bantuan air bersih maupun penanganan dampak kekeringan lainnya, termasuk pada sektor pertanian.
Baca juga: Bukan Langka, Pemkab Sumenep Sebut Antrean SPBU Dipicu Migrasi Konsumen ke BBM Bersubsidi
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep Abd. Kadir mengatakan, pemerintah telah memetakan wilayah yang masuk kategori kering kritis, kering langka, kering langka terbatas, hingga kering langka kritis. Desa-desa dengan status kering kritis akan menjadi prioritas distribusi air bersih saat puncak musim kemarau.
Di sisi lain, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Kodim terus membangun sumur bor sebagai solusi jangka panjang. Program tersebut mulai menunjukkan hasil dengan turunnya status beberapa desa dari kategori kering kritis menjadi kering langka setelah memperoleh sumber air baru.
Baca juga: Pria di Batuputih Sumenep Ditemukan Meninggal di Penampungan Air, Polisi Sebut Begini
"Beberapa desa yang sebelumnya berstatus kering kritis kini sudah turun menjadi kering langka setelah adanya pengeboran sumur. Upaya ini terus kami lakukan agar masyarakat memiliki akses air yang lebih baik dan tidak selalu bergantung pada bantuan air bersih," ujar Abd. Kadir.
Pemkab Sumenep memastikan pemantauan kondisi kekeringan akan terus dilakukan selama musim kemarau. Selain menyalurkan bantuan air bersih bagi wilayah terdampak, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air di kawasan yang setiap tahun berisiko mengalami kekeringan
Editor : Ratno