Perkuat Visi dan Soliditas, Yayasan Al Hadi Rajekwesi Bojonegoro Gelar Sarasehan Pendidikan

Reporter : M Nur Afifullah
Yayasan Al Hadi Rajekwesi Bojonegoro sukses menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan pada Senin (29/6) kemarin.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Langkah strategis dalam memperkokoh tata kelola lembaga pendidikan berbasis keagamaan terus diupayakan di Kabupaten Bojonegoro.

Guna menyamakan persepsi serta mendongkrak mutu operasional instansi, Yayasan Al Hadi Rajekwesi Bojonegoro sukses menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan bertajuk "Membangun Visi dan Soliditas Lembaga, Menuju Lembaga Pendidikan yang Bermutu". Agenda ini berpusat di Gedung Yayasan Al Hadi Rajekwesi pada Senin (29/6/2026).

Baca juga: Kemenag Bojonegoro Tunggu Tambahan Dana, Sertifikasi Guru PPPK PAI Belum Bisa Dicairkan

Forum diskusi yang berlangsung interaktif sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan peserta yang mewakili seluruh unsur internal di bawah naungan yayasan.

Diadakannya sarasehan ini diproyeksikan sebagai instrumen hulu untuk merevitalisasi visi kelembagaan, mempertebal soliditas korps pendidik, serta mengeskalasi standar kualitas pembelajaran agar adaptif menghadapi persaingan zaman.

Untuk membedah peta jalan organisasi yang ideal, pihak yayasan menghadirkan Direktur Minladunka Institute, Dr. Laily Hidayati, sebagai narasumber utama. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Laily memaparkan bahwa sebuah institusi yang sehat tidak tumbuh secara instan, melainkan wajib melewati rangkaian fase perkembangan sosiologis organisasi yang terstruktur.

Fase tersebut meliputi tahapan forming (pembentukan), storming (pembahan/konflik), norming (penormalan), hingga mencapai puncak pada fase performing (berkinerja optimal). Proses transisi ini dinilai sebagai siklus alamiah yang wajib dikelola dengan matang agar organisasi bertransformasi menjadi lembaga yang kokoh, profesional, serta memiliki produktivitas tinggi tanpa mereduksi esensi kebersamaan antarwarga yayasan.

Baca juga: Bojonegoro Naik Kelas, Beras Premium Rojo Nogo Siap Tembus Pasar Nasional

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al Hadi Rajekwesi, Moch. Abdul Hadi, menyampaikan refleksi mendalam mengenai arah perjuangan organisasi. Ia menggarisbawahi bahwa tata kelola administrasi modern tetap harus berkelindan erat dengan nilai-nilai spiritual sebagai kompas utama gerakan.

Moch. Abdul Hadi menegaskan bahwa seluruh dedikasi dalam membesarkan institusi pendidikan wajib diorientasikan pada manifestasi cinta kepada Sang Pencipta. Ia juga menyelipkan doktrin lokal yang bermakna mendalam mengenai totalitas perjuangan di dunia pendidikan Islam.

"Semua perjuangan ini harus dilandasi cinta kepada Allah SWT. Kita juga harus memiliki semangat kudu wani mlarat (harus berani miskin) sebagai bentuk keikhlasan dalam mengemban amanah dan membesarkan lembaga," tegas Moch. Abdul Hadi.

Baca juga: Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu

Kesamaan komitmen ideologis tersebut dinilai menjadi modal sosial yang kuat dalam mengarungi dinamika dunia pendidikan kontemporer.

Respons positif pun mengalir dari bangku peserta, salah satunya diutarakan oleh Arum Tina yang menilai kegiatan ini memberikan cakrawala baru dan berharap forum refleksi semacam ini bisa dirutinkan sebagai media sinergi berkala. Melalui sarasehan ini, Yayasan Al Hadi Rajekwesi menargetkan lahirnya rekomendasi dan formulasi taktis yang siap diimplementasikan demi mencetak generasi didik yang unggul dan berakhlak mulia.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru