KLIKJATIM.Com | Gresik - Kawasan industri terintegrasi bertaraf internasional, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (Unisda) dalam kegiatan kunjungan akademik yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026).
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat konsep pengembangan kawasan industri modern yang mengintegrasikan pelabuhan, kawasan industri, dan kawasan hunian dalam satu ekosistem terpadu.
Baca juga: IKPT Mulai Proyek Metering Gas di JIIPE, Perkuat Infrastruktur Energi Kawasan Industri
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari tim Engineering JIIPE mengenai proses perencanaan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan fasilitas yang mendukung aktivitas industri berskala nasional maupun internasional. Selain itu, peserta juga diajak melakukan observasi langsung ke sejumlah fasilitas strategis yang berada di dalam kawasan.
Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, JIIPE memiliki luas sekitar 1.761 hektare yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri berkelanjutan. Kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas deep seaport seluas 400 hektare yang mendukung aktivitas logistik dan perdagangan internasional, serta kawasan hunian seluas 800 hektare yang dikembangkan dengan konsep kota mandiri dan hijau.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai penerapan teknologi konstruksi dan infrastruktur yang menjadi tulang punggung operasional kawasan industri modern. Beragam fasilitas seperti jaringan jalan kawasan, utilitas terpadu, sistem drainase, hingga fasilitas pendukung industri menjadi objek pembelajaran yang relevan dengan bidang teknik sipil.
Baca juga: Rp557 Triliun Siap Masuk, Pemerintah Perluas Tiga KEK Strategis
Ketua Program Studi Teknik Sipil Unisda Lamongan, Agus Setiawan, mengatakan bahwa JIIPE merupakan lokasi yang tepat untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik kepada mahasiswa.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan pada pembangunan dan pengelolaan infrastruktur berskala besar. JIIPE menjadi contoh nyata kawasan industri modern yang memiliki sistem perencanaan dan konstruksi yang terintegrasi,” ujarnya.
Baca juga: KEK Gresik Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di kawasan industri seperti JIIPE akan memperluas wawasan mahasiswa mengenai standar perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan infrastruktur yang dibutuhkan dunia industri saat ini.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja. Bagi mahasiswa Teknik Sipil, JIIPE menjadi laboratorium lapangan yang menghadirkan gambaran nyata tentang pengembangan infrastruktur strategis dan pembangunan kawasan industri masa depan di Indonesia.
Editor : Ratno