KLIKJATIM.Com | Ponorogo -Aksi pencurian kotak amal di masjid kembali terjadi di Ponorogo hingga viral di media sosial (medsos). Kali ini menyasar wilayah Desa Ketro, Kecamatan Sawoo dan di wilayah Kecamatan Jambon.
Maulud, takmir masjid Al Barokah Desa Ketro mengatakan, awalnya ia hendak menghitung uang di kotak amal masjid selepas salat Isya' pada 3 Juni lalu. Namun ia kaget, isi kotak amal tersebut kosong.
Baca juga: Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Dihadiri Ribuan Jamaah, Perkuat Semangat Pendidikan dan Dakwah
"Saya tanya sama yang pegang kunci, yang biasanya membuka kotak amal, katanya nggak ngambil. Saya tanya teman-teman yang lain juga nggak tahu semua, kami menyimpulkan bahwa ini kemungkinan diambil orang," katanya, Jum'at (12/6/2026).
Maulud menyatakan, aksi pencurian uang pada kotak amal masjid itu sudah dua kali terjadi. Pertama, sebelum ramadhan lalu ketika masjid belum terpasang CCTV.
Sejak kejadian itu takmir masjid lebih waspada dan sepakat memasang CCTV demi keamanan. Sementara dalam aksi yang kedua ini, takmir masjid berupaya melihat rekaman CCTV.
"Saya lihat di Hp nggak ketemu. Akhirnya kami sepakat mengundang yang masang, dan tanggal 9 kemarin dibawakan layar lebar. Alhamdulillah ketemu, bahwa pengambilannya itu tanggal 2 Juni jam 02.30 WIB," tambahnya.
Ia pun menceritakan kronologi kejadian melalui rekaman CCTV itu. Awalnya ada dua orang naik sepeda motor dari arah barat masuk ke lokasi parkir masjid.
Baca juga: Dua WNA Gendam Kasir Toko Perabotan Rumah Tangga di Ponorogo
Setelah itu, keduanya berpura-pura mengambil air wudhu kemudian masuk ke dalam masjid. Bukannya salat, tetapi langsung mendekat ke kotak amal.
"Yang satu itu masuk, yang satu di luar sambil tengak tengok memastikan ada orang atau enggak. Setelah itu yang didalam tadi ngode yang satunya, lalu dia masuk dan langsung mengambil uang. Semuanya diambil nggak ada yang tersisa," jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Ketro, Mursid Hidajat memperkirakan, jika dilihat dari unggahan medsos, pelaku pengambilan kotak amal masjid di Jambon dan di desanya merupakan orang yang sama.
Baca juga: Bersihkan Rumah, Remaja Ponorogo Terjatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter
"Kalau dilihat unggahan di medsos, yang dj Jambon dan di Desa Ketro itu diduga pelakunya sama. Karena mulai sepeda motor dan pakaian itu sama," bebernya.
Informasi yang ia terima, dalam sehari pelaku melakukan aksi di empat TKP. Yakni tiga TKP di Jambon, serta satu TKP di Ketro, Sawoo.
"Ketro itu TKP keempat. Ya dugaan kami orangnya sama," tegasnya.
Editor : Wahyudi