KLIKJATIM.Com | Semarang - Hamparan Rawa Pening yang membentang di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Namun di balik keindahan panorama alamnya, warga juga menghadapi persoalan pertumbuhan eceng gondok yang kerap mengganggu aktivitas nelayan dan menghambat jalur transportasi perairan.
Kondisi tersebut kini mulai berubah berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN. Melalui PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) bersama PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (UP2B Jateng dan DIY), masyarakat Desa Asinan mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk mengolah eceng gondok menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.
Baca juga: YBM PLN UIP2B JAMALI Tebar Daging Kurban untuk Warga Prasejahtera di Tangerang
Program ini tidak hanya membantu mengurangi keberadaan gulma di kawasan Rawa Pening, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga. Tanaman yang sebelumnya dianggap sebagai pengganggu kini mampu diubah menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, topi, kotak tisu, dan aneka kerajinan tangan lainnya.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus utama program TJSL PLN. Menurutnya, potensi lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi jika dikelola secara tepat.
“Harapan sering kali lahir dari hal-hal sederhana yang selama ini dianggap tidak bernilai. Di tangan masyarakat yang kreatif, eceng gondok mampu menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Baca juga: Sambut Iduladha, PLN UP2B Jawa Barat Salurkan Daging Kurban untuk 106 Mustahik di Bandung
Selain memberikan pelatihan keterampilan, program TJSL PLN juga turut mendukung pengembangan potensi wisata desa. Sejumlah fasilitas penunjang seperti sentra UMKM, mushola, area parkir, hingga titik kumpul wisata telah dibangun untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Keberadaan fasilitas tersebut semakin memperkuat daya tarik Desa Asinan yang berada di jalur strategis penghubung Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Potensi wisata alam yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi kreatif berbasis masyarakat menjadi nilai tambah bagi desa yang berada di kawasan Rawa Pening tersebut.
Seluruh aktivitas pengelolaan wisata dan pemberdayaan masyarakat dijalankan secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Svargha Jaghat Anugraha. Dengan semangat gotong royong, kelompok ini terus mengembangkan berbagai potensi desa agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: PLN Siaga Penuh Jaga Keandalan Listrik Selama Iduladha di Jakarta dan Banten
Kini, eceng gondok yang dahulu dianggap sebagai masalah lingkungan justru menjadi simbol perubahan dan kemandirian warga. Melalui sentuhan kreativitas dan dukungan program TJSL PLN, masyarakat Desa Asinan berhasil mengubah tantangan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Program tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Editor : Abdul Aziz Qomar