KLIKJATIM.Com | Lamongan – Momentum Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan ekonomi, melainkan juga dari kokohnya ketahanan sosial serta spiritual masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Al-Khidmah yang dihadiri ribuan jemaah di Alun-Alun Lamongan, Minggu (31/5).
Baca juga: Pupuk Indonesia dan Polres Lamongan Perkuat Pengawasan, Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Mengusung tema "Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial", peringatan HJL ke-457 ini menjadi refleksi atas berbagai ikhtiar pembangunan berkelanjutan dan merata yang terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama memperingati haul akbar dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-457. Ini bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi menjadi momentum memperkuat rasa syukur sekaligus mengetuk langit dengan doa dan dzikir bersama agar Lamongan senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana," tutur bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Menurut orang nomor satu di Kota Soto ini, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan sosial. Oleh karena itu, Pemkab Lamongan terus menghadirkan program-program strategis yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Adapun capaian dan fokus program pembangunan Pemkab Lamongan saat ini yaitu infrastruktur (Program Jamula) melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula), konektivitas wilayah terus diperkuat hingga mencatatkan tingkat kemantapan infrastruktur sebesar 63,55%.
Baca juga: Nyaru Pembeli, Uang Pedagang Es di Lamongan Disikat Pelaku
Selain itu dalam ketahanan pangan, Lamongan sukses mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan capaian produksi padi tertinggi di Jawa Timur yang menyentuh angka 1,33 juta ton pada tahun 2025.
Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan penyaluran berbagai program beasiswa dan bantuan pendidikan secara berkelanjutan untuk mencetak generasi muda yang berkualitas.
Adapun penguatan spiritual (Lamongan Nyantri), program yang didesain khusus untuk mendorong nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Baca juga: Ukir Sejarah, Pemkab Lamongan Raih Opini WTP Sepuluh Kali Berturut-turut
Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Alun-Alun, Pak Yes juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat yang secara istiqamah mengikuti kegiatan haul dan dzikir bersama setiap tahunnya.
"Ikhtiar lahir dan batin yang kita lakukan selama ini menunjukkan hasil yang baik. Pembangunan manusia, kesalehan sosial, kerukunan umat, serta berbagai indikator sosial terus menunjukkan perkembangan positif," jelasnya. Ia menambahkan bahwa kekuatan spiritual masyarakat adalah energi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Haul akbar ini menjadi simbol nyata bahwa masa depan Kabupaten Lamongan tidak hanya bertumpu pada kemajuan materi, tetapi juga pada kuatnya nilai-nilai sosial dan spiritual sebagai fondasi menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Editor : Fatih