KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui kegiatan coaching clinic penyelenggaraan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro itu berlangsung di Creative Room lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro.
Kegiatan tersebut diikuti perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta organisasi perangkat daerah pengampu program prioritas bupati dan wakil bupati. Coaching clinic menghadirkan evaluator SPBE dari Universitas Gadjah Mada, Nanang Ruswianto, untuk memberikan pemahaman terkait transformasi SPBE menuju Pemerintah Digital (PEMDI).
Baca juga: Wakil Panglima TNI Tinjau KDKMP, Pemkab Bojonegoro Perkuat Dukungan Program Nasional
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro sekaligus Koordinator SPBE, Edi Susanto, mengatakan capaian nilai SPBE Kabupaten Bojonegoro terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, transformasi digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Transformasi digital terus dijalankan agar pelayanan publik makin terpercaya. Digitalisasi ini arahnya bagaimana pelayanan publik kita semakin prima dan terpercaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintahan digital bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari arah kebijakan nasional yang harus diwujudkan melalui penguatan layanan digital, pengelolaan data, hingga keamanan informasi. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memperkuat keamanan sistem agar layanan publik digital tetap aman dan terpercaya.
Edi Susanto juga meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan coaching clinic sebagai forum pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman, melengkapi data dukung evaluasi, serta memperkuat sinergi antar-OPD dalam menghadapi Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026.
Baca juga: Gagal Menyalip, Pelajar di Bojonegoro Tewas Usai Motornya Hantam Truk Molen
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, Setiyo Budi Wibowo, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi evaluasi pemerintah digital sekaligus memastikan indikator kematangan digital terpenuhi sesuai standar nasional terbaru.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesepahaman antara tim koordinasi dan para pemangku kepentingan agar lebih proaktif melakukan evaluasi mandiri sebelum penilaian nasional dilaksanakan,” katanya.
Di sisi lain, evaluator SPBE dari UGM, Nanang Ruswianto, mengungkapkan indeks SPBE Kabupaten Bojonegoro tahun 2024 mencapai 4,14 dengan predikat sangat baik. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2023 yang berada di level 3,65.
Baca juga: Hari Otoda dan Hardiknas 2026, Pemkab Bojonegoro Perkuat Komitmen Bangun SDM Unggul
Menurutnya, hilirisasi SPBE menuju Pemerintah Digital merupakan transformasi tata kelola pemerintahan menuju ekosistem digital yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Transformasi itu tidak hanya menitikberatkan pada digitalisasi layanan, tetapi juga integrasi data, penguatan tata kelola, interoperabilitas sistem, serta keamanan siber agar pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Editor : Abdul Aziz Qomar