KLIKJATIM.Com | Jember - Suasana santai empat mahasiswi penghuni rumah kontrakan di Jalan Nusa Indah Nomor 7 Gang Angker, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, mendadak berubah panik setelah seekor kelelawar masuk ke dalam rumah mereka, Kamis (7/5/2026) malam.
Karena tidak berani menangkap sendiri, para penghuni kontrakan akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember untuk mengevakuasi hewan malam tersebut.
Baca juga: Akademisi di Jember Nilai Masyarakat Belum Siap Hadapi Redenominasi Rupiah
Salah satu penghuni kontrakan, Lutfiah, mengatakan kelelawar itu tiba-tiba masuk melalui pintu depan saat dirinya bersama teman-temannya sedang bersantai di ruang tengah.
“Kami lagi santai, tiba-tiba ada kelelawar masuk lewat pintu depan. Terus terbang ke dalam rumah dan masuk kamar tempat salat,” ujar Lutfiah.
Kepanikan pun terjadi karena kelelawar tersebut terus beterbangan di dalam kamar dan tidak kunjung keluar meski sudah beberapa kali diusir secara mandiri.
Menurut Lutfiah, seluruh penghuni kontrakan merupakan perempuan sehingga tidak ada yang berani mendekati hewan tersebut.
“Kita semua cewek, nggak ada cowok. Sudah dicoba diusir tapi kelelawarnya nggak mau keluar, akhirnya minta bantuan Damkar,” katanya sambil tertawa lega.
Baca juga: Sopir Ngantuk, Mobil Ertiga Masuk Jurang Sedalam 15 Meter di Jalur Gumitir Jember
Petugas Damkarmat Kabupaten Jember kemudian datang ke lokasi dengan menerjunkan lima personel untuk melakukan evakuasi.
Anggota Mako A Damkar Jember, Aris Setiawan, mengatakan laporan diterima dari penghuni kontrakan yang merasa ketakutan karena kelelawar bersembunyi di dalam kamar.
“Posisinya waktu ditemukan sedang menggantung di belakang pintu kamar dalam kondisi istirahat,” jelas Aris.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit. Petugas menggunakan alat penjepit khusus untuk menangkap kelelawar tanpa melukainya.
Setelah berhasil diamankan, kelelawar tersebut kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
“Setelah ditangkap langsung kami rilis ke alam bebas supaya tidak kembali masuk ke rumah warga,” pungkas Aris.
Editor : Wahyudi