KLIKJATIM.Com | Blitar - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyaksikan penyerahan simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) oleh Bupati Blitar Rijanto kepada 312 warga desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, melalui saluran live streaming di Gedung Negara Grahadi.
[irp]
Baca juga: BPK Sebut Desain dan Kebijakan Lahan Pertanian LP2B Pemprov Jatim Belum Optimal
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga secara simbolis juga menyarahkan BLT kepada 110 Kepala Keluarga Desa Badurame Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan dan 25 Kepala Keluarga warga Desa Cangkir Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang diwakili oleh beberapa warga.
Gubernur Khofifah melalui video conference dalam live streaming dari Gedung Grahadi mengatakan, proses penyerahan BLT DD ini terlaporkan kepada Presiden dan Wakil Presiden saat rapat terbatas dan diketahui oleh semua menteri
Ia mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih Bupati Blitar, jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Camat, kepala desa dan masyarakat yang telah mensukseskan agenda penyaluran BLT DD.
[irp]
Baca juga: Kasus Korupsi BSPS Sumenep Memanas: Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Baru
"Arahan presiden terkait pembagian BLT dana desa maksimal sebelum lebaran harus seratus persen selesai, bisa kita rampungkan. Semoga yang sudah Bupati Blitar lakukan, juga diikuti oleh Camat dan Kepala Desa," jelas Gubernur Khofifah.
Terakhir, ia mengajak masyarakat kabupaten Blitar untuk terus berdisiplin menerapkan protokol kesehatan disaat masa pandemi Covid-19 masih berjalan. Itu dilakukan, agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Sebelumnya Kabupaten Blitar menyalurkan BLT kepada warga miskin yang kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan. Kemudian, seseorang yang belum pernah menerima bantuan sosial dan warga masyarakat yang menderita penyakit yang mengakibatkan tidak bisa bekerja.
[irp]
Bupati Rijanto turut menyampaikan, progres tahap satu penyerahan BLT Dana Desa kepada 43 desa di kabupaten Blitar, sudah terserap senilai Rp 2,1 Milyar untuk 3.614 KK. Kemudian, secara total 220 desa se- kabupaten Blitar sudah tersalurkan anggaran sebesar Rp 76,5 Milyar.
"Ini rinciannya yang kehilangan mata pencaharian ada 690 KK. Yang belum pernah mendapatkan bantuan ada 2.361 KK, kemudian yang punya penyakit ada 464 KK. Saya minta kepada semua desa yang belum selesai memproses penyaluran bantuan, untuk fokus mempercepat penyerahan bantuan sebelum lebaran," paparnya. (hen)
Editor : Redaksi