Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serapan Petroganik, Panen Padi Capai 864 Ribu Ton

Reporter : M Nur Afifullah
Acara Gebyar Petroganik 2026 yang digelar di Baresta Cafe, Bojonegoro, Selasa (28/4/2026).

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Ledre dinobatkan sebagai daerah dengan tingkat penyerapan pupuk organik Petroganik tertinggi kedua di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

Capaian tersebut menjadi bukti tingginya kesadaran petani Bojonegoro dalam menjaga kualitas serta kesuburan lahan pertanian. Prestasi itu terungkap dalam acara Gebyar Petroganik 2026 yang digelar di Baresta Cafe, Bojonegoro, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Wabup Nurul Azizah Sidak Penyaluran PIP di SMAN 3 Bojonegoro, Pastikan Diterima Utuh Tanpa Potongan

Perwakilan Himpo Jatim, Wahyu Aryo, mengatakan posisi Bojonegoro sangat prestisius dalam penggunaan pupuk organik berimbang.

“Bojonegoro saat ini menjadi daerah dengan serapan pupuk organik Petroganik tertinggi kedua di seluruh Indonesia. Data dua tahun terakhir menunjukkan capaian Bojonegoro sangat luar biasa,” ujar Wahyu Aryo.

Sementara itu, Manajer Jatim 1 Regional 3A PT Pupuk Indonesia, Sutikno Wahyu Dinas Adi Prakoso, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi pupuk. Ia juga memastikan stok pupuk bersubsidi di Bojonegoro aman untuk musim tanam mendatang.

“Program ini diselenggarakan PT Pupuk Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada para stakeholder, khususnya jaringan penyalur pupuk bersubsidi. Stok pupuk bersubsidi di gudang penyangga lini tiga yang ada di Bojonegoro saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan musim tanam ketiga,” tegasnya.

Baca juga: Penerima Beasiswa SESAR di Bojonegoro Belum Terima Dana, DPRD Akan Panggil Dinas Pendidikan

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turut menyampaikan kebanggaannya atas konsistensi para petani. Menurutnya, penggunaan pupuk organik yang masif berbanding lurus dengan meningkatnya produktivitas panen padi, dari 710 ribu ton pada tahun sebelumnya menjadi 864 ribu ton.

“Bojonegoro menjadi daerah dengan penyerapan pupuk Petroganik nomor dua se-Indonesia. Ini menandakan petani sadar pentingnya penggunaan pupuk organik untuk menjaga unsur hara tanah. Hasil panen kita pun sangat baik,” paparnya.

Namun demikian, Nurul juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian, yakni krisis regenerasi petani. Berdasarkan data, jumlah petani di Bojonegoro menurun dari 356.484 orang pada 2013 menjadi 191.588 orang pada 2024. Mayoritas petani saat ini berusia di atas 60 tahun.

Baca juga: Pertamina Hukum 2 SPBU Bojonegoro Tidak Boleh Jualan Biosolar Selama 1 Bulan

“Artinya, mayoritas petani kita sudah berusia lanjut. Lalu bagaimana generasi muda bisa mengambil peran dalam kebangkitan pertanian ke depan,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemkab Bojonegoro mendorong percepatan mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat modern seperti transplanter. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan tenaga kerja manual sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Sekarang mencari tenaga tandur, matun, maupun pekerja sawah lainnya sangat sulit. Karena itu, penggunaan alat pertanian modern harus dimaksimalkan agar produktivitas tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru