KLIKJATIM.Com | Jember - Sebuah video viral di medsos Instagram, dan diunggah oleh akun bernama @jemberyangitu. Tampak sekelompok atau gerombolan orang melakukan aksi pengrusakan lapak pedagang dan berbuat onar di wilayah sekitar Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur.
Dari penelusuran yang dilakukan media ini, kejadian dalam video tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (22/4/2026) dini hari.
Baca juga: Verval Data Kemiskinan Desil 1 di Jember: Ambisi Akurasi yang Berujung Pro-Kontra
Dari sejumlah komentar netizen yang tersemat dalam postingan video tersebut, menyatakan keresahan dengan aksi kelompok atau segerombolan orang tersebut.
"Deket rumahku iki min, di sini tuh banyak bayi bahkan yg rumahny dilempari petasan juga ada bayinya sebelahan sama klinik juga, kronologine gmna gak tahu, aku mek nginceng teko cendelo min gak wani metu (ngintip dari jendela, tidak berani keluar rumah, red)," ujar tulisan komentar dari akun bernama @yunitaayptr di postingan video tersebut.
Komentar lain juga disampaikan oleh akun bernama @misruri. Dalam komentarnya ia bahkan memberikan tanda di akun medsos Instagram @wadul.guse dan akun milik Polres Jember @humaspolresjember.
"Gus @wadul.guse dan pak pol @humaspolresjember, Kami warga desa sangat resah dan tidak tenang (sangat mengganggu keamanan dan ketentraman) dengan tawuran yg sudah seperti jadi agenda rutin pemuda tidak jelas itu. Dengan energi dan semangat sebesar itu, baiknya mereka mungkin sekalian digembleng untuk dikirim ke West Bank sekalian biar tahu arti konflik sebenarnya. Tolong tindaklanjuti gus @wadul.guse, sangat meresahkan!" tulisnya memberikan komentar.
Baca juga: Antusias Warga Tinggi, Pendaftaran BPD Desa Jelbuk Belum Dibuka Sudah Banyak Peminat
Terkait kejadian dalam video tersebut, tampak sejumlah anggota polisi berada di lokasi kejadian. Namun demikian, Kapolsek Bangsalsari AKP Sugiyono saat dikonfirmasi mengatakan terkait kejadian itu pihaknya belum menerima laporan dari korban pemilik lapak maupun masyarakat.
"Terkait video tersebut kami masih belum menerima laporan dari masyarakat ataupun pemilik lapak. Informasi soal video itu masih kami dalami," ujar Sugiyono.
Editor : Wahyudi