JEMBER – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Muhammad Dzaki, warga Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersengat kabel listrik tegangan tinggi saat mengejar layangan putus di atas atap bangunan, Minggu (20/4/2026) siang.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di atap toko bangunan Sumber Alam, dekat Patung Kaliwates, dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM Jember Tetap Aman Pascakecelakaan Mobil Tangki Pengangkut BBM
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika korban bersama sejumlah temannya berusaha mengambil layangan yang tersangkut di atas atap toko.
Keterangan tersebut dibenarkan warga sekitar, Bayu Dwi Kurniawan (28), yang saat itu berada di lokasi kejadian.
“Korban memang bersama teman-temannya mengejar layangan putus. Lalu ada yang naik ke atas atap untuk mengambil layangan itu. Tidak lama kemudian terjadi peristiwa tersengat listrik,” ujar Bayu.
“Sempat terdengar ledakan. Setelah itu terlihat korban sudah tergeletak di atas atap. Kemudian ada mobil Damkar lewat dan dipanggil warga untuk membantu,” sambungnya.
Sementara itu, petugas Regu B Damkarmat Pemkab Jember, Yustaniar, menjelaskan korban naik ke atas bangunan melalui sebuah rumah kosong di samping lokasi.
Namun nahas, saat berada di atas, korban diduga tidak menyadari adanya kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang di lokasi hingga akhirnya tersengat arus listrik.
“Anak itu awalnya dua orang. Mereka naik ke atas kemungkinan karena berebut layangan. Naiknya bukan lewat tangga, tetapi melalui rumah kosong di sebelah. Saat di atas, korban mengenai kabel besar dan langsung tersengat,” ujar Yustaniar usai proses evakuasi.
Baca juga: Terganggu Demo MBG dan PSN, DPRD Jember Dua Kali Tunda Rapat Paripurna Enam Raperda
Yustaniar juga membenarkan adanya suara ledakan saat kejadian berdasarkan keterangan warga. Saat itu, petugas Damkar sedang melintas usai menangani kebakaran di wilayah Petung, Bangsalsari.
Korban diketahui sudah dalam posisi tengkurap di atas atap bangunan. Petugas kemudian melakukan evakuasi dengan penuh kehati-hatian mengingat aliran listrik masih aktif.
“Kami dicegat warga saat melintas. Katanya ada anak kesetrum di atas toko. Saat kami naik, posisi korban sudah tengkurap dan tidak sadarkan diri. Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia di lokasi,” kata Yustaniar.
Ia menambahkan, proses evakuasi cukup berisiko karena kabel listrik masih dalam kondisi bertegangan. Dengan mengerahkan lima personel, tim Damkar melakukan evakuasi secara bertahap hingga korban berhasil diturunkan sekitar pukul 12.31 WIB.
Meski korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, petugas tetap membawa korban ke Rumah Sakit Kaliwates menggunakan mobil Damkar sebagai bagian dari prosedur penanganan darurat.
Dari hasil asesmen sementara, korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh, terutama di area ketiak, perut, dan tangan.
Tidak ada korban lain maupun kerugian materi dalam kejadian tersebut. Namun peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Korban diketahui dijadwalkan merayakan ulang tahunnya pada keesokan hari.
“Korban informasinya dari keluarga besok ulang tahun. Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak, lebih waspada dan tidak bermain layangan di dekat kabel listrik karena sangat berbahaya,” pungkas Yustaniar.
Editor : Abdul Aziz Qomar