Angkutan Pelajar Gratis Belum Berjalan, Siswa di Bojonegoro Kembali Bayar Transportasi

Reporter : M Nur Afifullah
Siswa SMA di Bojonegoro turun kendaraan dari angkutan pelajar (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Program angkutan pelajar gratis di Kabupaten Bojonegoro pada 2026 hingga kini belum juga terealisasi. Akibatnya, para siswa terpaksa kembali menggunakan transportasi umum berbayar maupun kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban pengeluaran orang tua. Sejumlah wali murid mengaku harus menambah uang saku anak karena tidak lagi menikmati fasilitas angkutan gratis dari pemerintah daerah.

Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal

“Sekarang uang saku anak-anak kami tambah, karena angkutan gratis dari pemkab belum ada,” ujar Lestari, warga Kecamatan Kalitidu, yang anaknya bersekolah di SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro.

Ia mengungkapkan, setiap hari harus mengeluarkan tambahan sekitar Rp10 ribu untuk biaya transportasi dua anaknya. Selama ini, keluarganya sudah terbiasa dengan layanan angkutan pelajar gratis, sehingga ketika program tersebut belum berjalan, pengeluaran harian ikut meningkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, belum beroperasinya program angkutan pelajar gratis disebabkan masih dalam proses teknis dan pengadaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Bidang Angkutan, Evie Octavia M, menyatakan bahwa program tersebut ditargetkan segera berjalan dalam waktu dekat.

Baca juga: Distribusi LPG di Bojonegoro Capai 38 Ribu Tabung per Hari, Pasokan Diklaim Aman

“Bulan-bulan ini insyaallah sudah bisa berjalan. Saat ini masih dalam proses pengadaan dan kami menggandeng pihak ketiga untuk pelaksanaannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, jika pada tahun sebelumnya program ini didukung dana corporate social responsibility (CSR), maka pada 2026 pembiayaan akan dialokasikan melalui APBD.

Ke depan, pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan layanan, termasuk penambahan rute agar dapat menjangkau lebih banyak siswa. Selain itu, pengelolaan angkutan akan melibatkan pihak ketiga, termasuk dalam penyediaan armada.

Baca juga: Sopir Mengantuk, Truk Provit Hantam Trailer Parkir di Bojonegoro

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, armada yang sempat beroperasi pada 2025 kini sudah tidak lagi berstatus sebagai angkutan pelajar gratis. Hal ini ditandai dengan dicopotnya stiker “angkutan pelajar gratis” dari kendaraan.

Tulisan tersebut tidak lagi terlihat pada sejumlah armada yang sebelumnya melayani pelajar, menegaskan bahwa program tersebut untuk sementara waktu belum berjalan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru