Fakta Baru Kasus Pemuda Dirantai di Jember

Hasil CT Scan Diketahui Ada Paku dan Logam di Tubuh Pria Terpasung

Reporter : Muhammad Hatta
pemuda asal Dusun Lengkong, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mohamad Vemas Agung (23) saat dirawat di RS

KLIKJATIM.Com | Jember  - Kisah pilu pemuda asal Dusun Lengkong, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Mohamad Vemas Agung (23), kembali menyita perhatian. 


Setelah hasil pemeriksaan medis mengungkap temuan mengejutkan berupa sejumlah benda asing di dalam tubuhnya. Dari hasil foto rontgen, benda asing itu berada di sekitar perut.

Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman


Pemuda yang sebelumnya sempat dipasung oleh keluarganya itu kini akan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang, usai dievakuasi oleh petugas UPT Liposos Dinas Sosial Jember bersama relawan Ben Seromben Indonesia.


Kepala UPT Liposos Dinas Sosial Jember, Roni Effendi, menjelaskan bahwa temuan tersebut diketahui saat Vemas menjalani pemeriksaan awal berupa medical check-up dan rontgen sebagai prosedur standar sebelum penanganan kejiwaan dilakukan.

Hasil foto CT Scan terdapat logam mirip paku di tubuhnya

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim medis menemukan beberapa benda asing di dalam tubuh pasien, di antaranya dua benda menyerupai paku, tiga benda logam lainnya, serta gumpalan berwarna hitam yang belum dapat diidentifikasi secara pasti.


“Jadi tadi saat proses medical check-up, seperti biasa dilakukan rontgen. Dari situ ditemukan benda-benda asing di dalam tubuhnya, bahkan ada juga yang berwarna hitam, kami belum bisa memastikan itu apa, apakah gumpalan darah atau benda lain,” ujar Roni saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Rabu (8/4/2026) malam.


Roni menambahkan, pihak medis di RSJ Lawang menyarankan agar penanganan terhadap benda asing tersebut diprioritaskan sebelum pasien menjalani pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut. 


Hal ini dikarenakan potensi risiko yang bisa timbul apabila benda tersebut membahayakan kondisi internal pasien, sehingga kemungkinan tindakan operasi besar pun perlu dipertimbangkan.


“Dari pihak medis menyarankan agar persoalan dalam tubuh itu dituntaskan dulu. Karena ini bisa membutuhkan tindakan besar seperti operasi. Untuk itu kami langsung menghubungi pihak keluarga agar datang ke rumah sakit, karena tindakan medis seperti ini harus ada persetujuan dari keluarga,” jelasnya.

Baca juga: Nenek Tewas Tertabrak KA Ranggajati di Jember Saat Menyeberang Rel, Sempat Diteriaki dan Diklakson Berulang Kali


Pihak keluarga, lanjut Roni, telah dihubungi dan langsung menuju RSJ Lawang untuk memberikan persetujuan terkait langkah medis lanjutan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan selanjutnya akan sepenuhnya menjadi kewenangan tim medis rumah sakit.


Terkait asal-usul benda asing tersebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan keluarga. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Vemas diketahui memiliki kebiasaan memakan benda sembarangan sejak kondisi kejiwaannya terganggu. Bahkan, keluarga pernah mendapati yang bersangkutan mengonsumsi plastik.


“Informasi dari keluarga, yang bersangkutan memang sering makan apa saja. Pernah diketahui makan bungkus plastik. Namun untuk apakah pernah menelan paku atau benda logam lainnya, keluarga tidak bisa memastikan karena tidak selalu diawasi,” ungkap Roni.


Sebelumnya, Vemas diketahui merupakan warga Dusun Lengkong, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, yang sempat dipasung oleh keluarganya menggunakan rantai di bagian kaki. Tindakan tersebut dilakukan karena kondisi kejiwaan Vemas yang kerap kambuh dan menunjukkan perilaku agresif, terutama terhadap anggota keluarga.


Berdasarkan penelusuran, perubahan perilaku Vemas mulai terjadi sejak tahun 2018 setelah mengalami kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan cedera di bagian kepala saat masih duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia kerap menunjukkan gejala gangguan mental seperti tertawa sendiri dan perubahan perilaku signifikan.

Baca juga: Oknum Mahasiswa Unej Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Belasan Perempuan Jember


Selain faktor kecelakaan, Vemas juga memiliki riwayat mengonsumsi pil dextromethorphan atau pil dextro sejak usia remaja, yang diduga turut memperparah kondisi kejiwaannya. Upaya pengobatan sempat dilakukan oleh keluarga dengan membawanya ke fasilitas kesehatan pada 2023, namun dalam dua bulan terakhir ia menolak minum obat dan makan, sehingga kondisinya kembali memburuk.


Evakuasi terhadap Vemas dilakukan pada Selasa (7/4/2026) kemarin, setelah adanya laporan dari masyarakat. Proses tersebut melibatkan Dinas Sosial Jember bersama relawan, dan berjalan relatif kondusif meski sempat mendapat penolakan dari yang bersangkutan. Setelah dievakuasi, Vemas juga sempat dibawa untuk melakukan perekaman e-KTP guna melengkapi administrasi kependudukan.


Saat ini, fokus penanganan terhadap Vemas tidak hanya pada pemulihan kondisi kejiwaan, tetapi juga penanganan medis atas temuan benda asing di dalam tubuhnya. Pihak Dinas Sosial memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi pasien dan berkoordinasi dengan keluarga serta pihak rumah sakit.


“Perkembangan selanjutnya akan kami kabari. Harapannya yang bersangkutan bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan pulih secara bertahap,” pungkas Roni.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru