Gus Fawait Klaim Investasi di Jember Tahun 2025 Tumbuh 70 Persen

Reporter : Abdus Syukur
Bupati Muhammad Fawait.

KLIKJATIM.Com | Jember  -Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan kinerja ekonomi positif sepanjang 2025, dengan lonjakan investasi signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) Jember pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,84 persen. Ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 3,48 persen.

Baca juga: Oknum Mahasiswa Unej Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Belasan Perempuan Jember

Sedangkan di tingkat Provinsi Jawa Timur sebesar 3,79 persen. Ini menunjukkan adanya tekanan harga yang relatif lebih kuat di Jember. Namun masih dalam rentang yang terkendali.

Fawait mengatakan, upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif).

"Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Ini untuk menjaga ketersediaan BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau masyarakat," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Beberapa kelompok pengeluaran masih memberikan tekanan inflasi, seperti kelompok perawatan pribadi yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,66 persen.

Namun demikian, terdapat kelompok yang mengalami deflasi seperti sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen, yang turut membantu menjaga keseimbangan daya beli masyarakat.

Baca juga: Dongkrak Ekonomi Jember, Kepala BGN Resmikan SPPG Baru

Di sisi lain, sektor penanaman modal tetap menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM per Januari 2026 mencatat realisasi investasi Jember tahun 2025 menembus Rp2,57 triliun, atau melonjak sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pencapaian ini telah melampaui target RPJMD 2025-2029 yang diproyeksikan sebesar Rp1,85 triliun. Sektor properti dan kawasan industri menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi di Jember.

"Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Mobil Sigra Terguling di Jember, Diduga Hilang Kendali Saat Melaju Kencang

Adapun lima sektor utama yang mendominasi investasi di Jember sepanjang 2025 meliputi Properti & Kawasan Industri (Rp 1,44 triliun), Industri Makanan (Rp 302,86 miliar), Kimia & Farmasi (Rp 212,04 miliar), Mineral Non-Logam (Rp 176,21 miliar), serta Perdagangan & Reparasi (Rp 138,4 miliar).

Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, sekaligus memperkuat pengendalian inflasi.

“Hal itu agar stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jember tetap terjaga menuju daerah yang semakin mandiri,” kata dia.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru