Pria di Jember Tewas Tersengat Listrik, Tergantung di Pohon Randu Setinggi 7 Meter

Reporter : Muhammad Hatta
Pria cari Ramban Untuk Pakan Ternak Tewas Tersengat Listrik Kabel PLN.

KLIKJATIM.Com | Jember – Sebuah insiden tragis menimpa seorang pencari pakan ternak di Dusun Krajan I, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Senin (23/3/2026) pagi.

Abdul Wafi (31), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan akibat tersengat aliran listrik saat sedang memangkas dahan pohon randu setinggi 7 meter.

Baca juga: Puluhan Siswa PAUD-TK di Jember Diduga Keracunan MBG, BPOM Selidiki Dapur Penyedia

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.45 WIB ini sontak menggegerkan warga sekitar, terlebih lokasi kejadian berada tepat di dekat permukiman dan lingkungan SDN Panduman I. Korban yang saat itu sedang melakukan aktivitas "ngeramban" atau mencari dedaunan untuk pakan kambing miliknya, tidak menyadari bahaya kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di dekat dahan pohon.

Kapolsek Jelbuk, AKP Brisan Iman Nulla, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat dahan yang dipotong korban terjatuh dan mengenai kabel PLN. Seketika, arus listrik menyambar tubuh korban hingga menyebabkan ia kehilangan nyawa di lokasi kejadian.

“Korban saat itu memotong dahan pohon randu untuk pakan ternak. Tanpa disadari, dahan yang dipotong jatuh mengenai kabel listrik bertegangan tinggi, kemudian arus listrik tersebut menyambar tubuh korban,” ujar AKP Brisan saat dikonfirmasi di Mapolsek Jelbuk.

Kondisi evakuasi berlangsung sangat dramatis dan memilukan. Tubuh korban tersangkut di dahan pohon karena tali celana yang dikenakannya, mengakibatkan posisi jenazah tergantung terbalik dengan kepala berada di bawah pada ketinggian sekitar 7 meter. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat karena khawatir adanya aliran listrik susulan.

Baca juga: PLN Resmikan SPKLU ke-5.000, Pengguna Kendaraan Listrik Kian Nyaman

Petugas kepolisian bersama warga segera berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mematikan arus listrik di wilayah tersebut. Proses penurunan jenazah memakan waktu lebih dari satu jam dan membutuhkan kehati-hatian ekstra menggunakan tangga tinggi.

“Saat kami datang, kondisi korban masih tergantung. Evakuasi cukup sulit karena posisi korban terbalik dan berada di ketinggian, sehingga harus dilakukan secara sangat hati-hati,” tambah Kapolsek.

Sugianto (36), salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa syok atas musibah yang menimpa tetangganya tersebut. Menurutnya, suasana kampung mendadak mencekam saat warga berkerumun melihat proses evakuasi yang cukup lama.

Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona

Berdasarkan pemeriksaan medis awal di Puskesmas Jelbuk, ditemukan luka bakar pada bagian jari kaki kanan korban yang menjadi titik sengatan listrik, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya. Polisi juga mengamankan sebilah celurit milik korban sebagai barang bukti di lokasi.

Pihak keluarga Abdul Wafi menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi. Setelah menandatangani surat pernyataan resmi, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru