KLIKJATIM.Com | Surabaya - Mengakhiri sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar kegiatan Qiyamul Lail di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (19/3) dini hari.
Kegiatan spiritual ini diikuti oleh jajaran kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk ikhtiar batiniah di penghujung bulan suci.
Baca juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp32,16 Miliar untuk Warga Ngawi
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pemilihan waktu di malam ke-29 memiliki makna khusus bagi umat Muslim yang sedang memburu keutamaan malam kemuliaan.
"Ini malam Ramadhan ke-29, malam ganjil, jadi sebentar lagi Idul Fitri. Makanya, kita adakan qiyamul lail sebagai ikhtiar mengejar malam Lailatul Qadar. Bismillah, semoga apa yang kita upayakan ini berbuah berkah," ujar Gubernur Khofifah.
Rangkaian ibadah yang dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH. Ahmad Muzakki Al-Hafidz, berlangsung dengan khidmat. Para peserta melaksanakan shalat Tahajjud, shalat Tasbih, shalat Hajat, hingga sujud syukur.
Khofifah menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan upaya untuk memperkuat integritas moral para pembuat kebijakan di Jawa Timur.
"Dan ini diikuti oleh pimpinan-pimpinan instansi di lingkungan Pemprov Jatim. Ini bagian dari melatih kesholehan sehingga pelayanan masyarakat di Jawa Timur ini sejalan dengan nilai moral dan spiritual. Kalau sudah begitu, insya Allah apa yang kita kerjakan akan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," lanjutnya.
Setelah prosesi ibadah usai, suasana Grahadi yang semula hening berubah menjadi semarak dengan digelarnya lomba kreativitas olahan bandeng.
Uniknya, para kepala perangkat daerah turun tangan langsung untuk unjuk kebolehan memasak bandeng yang didatangkan khusus dari Gresik. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap potensi komoditas lokal dan tradisi festival bandeng.
"Ini memang kita lakukan setiap tahun untuk mempererat kekeluargaan dan silaturahmi antara Perangkat Daerah. Selain itu, ini juga untuk menyemarakkan festival bandeng Gresik. Alhamdulillah, Jawa Timur diberkahi dengan sumber daya melimpah yang berkualitas, dan ini salah satunya. Insya Allah, ini bagian dari tahadduts binni'mah," jelas Khofifah.
Penilaian lomba dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang terdiri dari Ketua Umum DPD IWAPI Jatim Susmiati Rahmawati, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, dan Pakar Komunikasi Suko Widodo. Penilaian mencakup empat kategori utama, yaitu penampilan, rasa, kreativitas pengolahan, serta kebersihan proses memasak.
Baca juga: Jawa Timur Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan, Menteri LH Apresiasi Langkah Khofifah
Berdasarkan hasil penilaian, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur keluar sebagai Juara Umum Pertama setelah mendominasi di hampir seluruh kategori. Posisi Juara Umum Kedua diraih oleh kolaborasi Satpol PP dan Biro Umum Setda Jatim, sementara Juara Umum Ketiga diraih oleh Sekretariat DPRD Jatim bersama BPBD Jatim.
Mengakhiri rangkaian acara yang penuh kekeluargaan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak dan memberikan ucapan selamat menyambut hari kemenangan.
"Selamat untuk para pemenang. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan kembali tahun depan. Selamat berlebaran, selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir batin," pungkas Gubernur Khofifah.
Editor : Fatih