KLIKJATIM.Com | Nganjuk — Ratusan warga memadati Pasar Murah yang digelar di halaman selatan GOR Bung Karno, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/3). Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang warga yang ingin mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Program Pasar Murah ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Hingga awal Maret 2026, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 43 kali di berbagai daerah di Jawa Timur.
Baca juga: Satreskoba Polres Nganjuk Gerebek Pengedar Narkoba, Ini Barang Buktinya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pasar murah menjadi instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pasar Murah ini terus kami lakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat,” ujar Khofifah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa di antaranya yakni beras premium seharga Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan bumbu dapur, warga dapat membeli bawang putih seharga Rp6.000 per 250 gram dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Sementara komoditas hortikultura seperti cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Tak hanya bahan pokok, daging ayam ras juga tersedia dengan harga Rp30.000 per pack sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang lebih terjangkau.
Khofifah menjelaskan, pelaksanaan pasar murah di Kabupaten Nganjuk telah berlangsung secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2025, kegiatan serupa tercatat digelar sebanyak lima kali sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika harga bahan pangan, terutama komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, salah satunya Perum Bulog yang turut menyediakan sejumlah komoditas strategis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, berkualitas, dan dengan harga yang terjangkau. Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Khofifah.
Selain menyediakan bahan pokok dengan harga murah, pasar murah juga menjadi sarana untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang memasarkan berbagai produk olahan kepada masyarakat.
Gubernur Khofifah berharap kegiatan pasar murah yang digelar secara rutin ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
“Semoga program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar