Maksimalkan Stabilisasi Harga, Gubernur Khofifah dan Bupati Yes Tinjau Operasi Pasar Murah di Lamongan

Reporter : Rozy
Gubernur Khofifah dan Bupati Yes Tinjau Operasi Pasar Murah di Lamongan

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus bergerak cepat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilaksanakan di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (4/3/2026).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir secara langsung didampingi oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, untuk meninjau jalannya kegiatan tersebut. Kehadiran pasar murah ini merupakan bentuk komplementaritas antara program Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota guna memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat luas.

Baca juga: Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakati KUA-PPAS TA 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Rp3,09 Triliun

Dalam peninjauannya, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa titik di Sukodadi ini merupakan lokasi ke-32 yang telah diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlevel pemerintahan untuk merespons dinamika harga yang biasanya bergejolak mendekati lebaran.

“Ini pasar murah yang ke-32 yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur. Di sini program yang kita lakukan secara komplementaritas dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bupati/Wali Kota di berbagai titik, harapannya kita sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga. Tentu menjelang lebaran ada kecenderungan dinamika harga-harga mengalami perubahan, penyesuaian, dari itu kita lakukan stabilisasi antara lain dengan menggelar pasar murah. Berikutnya adalah tentu pengendalian inflasi, maka bisa dipastikan yang kita jual di pasar murah ini sembako yang jauh di bawah harga pasaran,” ungkap Khofifah secara lengkap.

Baca juga: Lantik Ketua Baru, Bupati Yes Tantang Kadin Lamongan Wujudkan Rumah Vokasi dan Kurasi

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah memaparkan secara rinci perbandingan harga komoditas yang dijual dalam operasi pasar tersebut dibandingkan dengan harga di pasar umum. Selisih harga yang cukup signifikan diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga di Jawa Timur.

“Harga beras yang dijual di pasar murah ini untuk 5 kg nya (Beras SPHP) seharga Rp55.000, ayam harga Rp30.000 dari harga pasar Rp42.000, gula dijual dengan harga Rp14.000, minyak kita Rp13.000, dan cabai rawit yang di pasaran kisaran Rp80.000 dijual seharga Rp40.000 per kilonya atau sekitar Rp4.000 per ons,” tambah Gubernur Khofifah merincikan subsidi harga yang diberikan.

Baca juga: Lantik Pengurus PII Jatim, Ilham Habibie dan Khofifah Tekankan Inovasi Keinsinyuran Lintas Sektor

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap melalui langkah intervensi pasar ini, ketersediaan logistik di tingkat keluarga dapat terjaga dengan baik tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga yang mendadak. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar cakupan pasar murah ini bisa merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Tentu harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing rumah tangga, saya kira itu yang bisa kita lakukan, sinergi dengan apa yang dilakukan oleh kabupaten kota,” pungkas Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatannya menyapa warga yang antusias berbelanja.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru