TTL dan KSOP Tanjung Perak Luncurkan EAZI: Pangkas Waktu Tunggu Kapal Domestik Hingga 50 Persen

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama KSOP Utama Tanjung Perak resmi menandatangani SOP Penataan Zona Labuh 2 melalui layanan EAZI (Express Anchorage Zone Service).

KLIKJATIM.Com | Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama regulator dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan di wilayah Tanjung Perak terus mengambil langkah strategis guna meningkatkan efisiensi layanan dan memperkuat peran Jawa Timur sebagai hub logistik nasional.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, telah dilaksanakan penandatanganan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penataan Zona Labuh 2 Tanjung Perak. Langkah ini diambil sebagai respon atas meningkatnya aktivitas kepelabuhanan yang menuntut kecepatan layanan yang semakin tinggi di wilayah tersebut.

Baca juga: Jauh dari Kesan Anarkis, Pekerja PTPN I Regional 5 Pilih Istighosah dan Doa Bersama Peringati May Day 2026

Optimalisasi Penataan Zona Labuh 2, atau yang dikenal sebagai EAZI (Express Anchorage Zone Service), digagas oleh PT Terminal Teluk Lamong dan diimplementasikan melalui kolaborasi strategis bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Sub Regional Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim. Layanan EAZI diterapkan secara terintegrasi pada tiga terminal yang dikelola TTL, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam, dengan fokus utama pada peningkatan layanan bagi kapal domestik.

Melalui skema ini, TTL menyediakan area tunggu prioritas bagi kapal dengan panjang maksimal 150 meter, disertai pengaturan pergerakan kapal yang lebih terencana, ketat, dan terukur.

Layanan EAZI memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional di lapangan. Waktu transisi kapal dari posisi lepas sandar hingga kembali sandar yang sebelumnya mencapai 4 hingga 6 jam, kini ditargetkan dipangkas menjadi maksimal 2 jam saja, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan pelayaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menekankan pentingnya inovasi ini bagi kelancaran arus perdagangan.

“Penataan Zona Labuh 2 merupakan langkah penting dalam inovasi layanan kepelabuhanan untuk memperlancar arus barang, mengingat Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pintu utama perdagangan di Jawa Timur,” ujarnya.

Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

Selain peningkatan kecepatan layanan, TTL menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan ketertiban pelayaran. Seluruh kapal yang memanfaatkan layanan EAZI wajib mengaktifkan Automatic Identification System (AIS) serta mematuhi seluruh ketentuan operasional, termasuk larangan melakukan aktivitas di luar zona dan prosedur yang telah ditetapkan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan layanan EAZI merupakan buah dari kerja sama yang kuat.

“Optimalisasi Zona Labuh 2 melalui EAZI merupakan wujud nyata sinergi antara regulator, operator terminal, kepanduan, serta entitas di lingkungan Pelindo Group. Kolaborasi ini mencerminkan transformasi layanan maritim yang mengedepankan integrasi, koordinasi, serta standar operasional yang jelas dan terukur,” jelasnya.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, perekonomian provinsi ini tumbuh sebesar 5,33% sepanjang tahun 2025, yang disertai peningkatan volume barang bongkar muat angkutan laut domestik sebesar 17,09% pada akhir tahun 2025.

Kondisi ekonomi yang positif tersebut menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen ruang laut yang semakin optimal agar kelancaran rantai pasok tetap terjaga.

Melalui optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 yang diterapkan secara terintegrasi di TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat semakin memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai hub logistik utama Indonesia Timur, mendukung kelancaran distribusi barang di Jawa Timur, serta memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru