KLIKJATIM.Com | Bone – Selain di Banyuwangi, Subholding PTPN III (Persero), PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), turut terlibat dalam pelaksanaan groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi yang digelar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (6/2).
Kegiatan ini menandai dimulainya fase awal pengembangan ekosistem pangan nasional yang didanai melalui skema strategis Danantara.
Program Integrated Poultry ini berlokasi di Kebun Dekko, Desa Mappasengka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Proyek ini dirancang untuk memperkuat sektor peternakan nasional dengan mencakup seluruh rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan pakan, budidaya ayam, hingga pengolahan hasil ternak dalam satu sistem yang efisien dan modern.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya terhadap proyek ini. Ia menginginkan agar fasilitas ini tidak hanya sekadar menjadi tempat industri, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Perkuat Tata Kelola dan Transformasi Bisnis, SGN Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Industri Gula
“Lebih jauh kami berharap program ini tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pembelajaran dan pusat pengembangan kapasitas bagi masyarakat sekitar, generasi muda di Bone harus melihat bahwa sektor peternakan adalah sektor yang menjanjikan, modern dan memiliki prospek masa depan yang cerah,” tutur Andi Asman Sulaiman.
Melalui sinergi antar BUMN sektor pangan seperti PTPN III (Persero), PT SGN, dan PT Berdikari (ID FOOD), pemerintah berkomitmen memberikan kepastian usaha bagi peternak. Kementerian Pertanian memproyeksikan skema integrasi ini mampu menekan biaya produksi, memperkuat pasokan daging ayam nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Baca juga: PT Garam Buka Lowongan untuk Lulusan S1/D4, Simak Posisi dan Syaratnya
Acara penekanan tombol sirine secara simbolis ini dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian dan daerah, di antaranya Asisten II Setda Provinsi Sulsel Ir. H. Andi Darmawan Bintang, Staf Ahli Menteri Pertanian Dr. Nasrullah, serta Direktur Manajemen Risiko PT SGN Muh. Fathur Rozi.
Keterlibatan aktif berbagai pihak ini menegaskan bahwa hilirisasi pangan merupakan strategi besar untuk menciptakan tata niaga yang lebih berimbang, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan peternak Indonesia.
Editor : Fatih