KLIKJKATIM.Com | Blitar - Gempa bumi yang berpusat di Pacitan pada Jumat (6/2/2026) dini hari pukul 01.00 WIB membawa dampak kerugian materiil. Sebuah bangunan tua di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, roboh menimpa halaman rumah yang biasa dijadikan cafe.
Menurut Cornelius Marcelino Wijaya (26), pemilik cafe, detik-detik kejadian sangat menegangkan. "Sekitar pukul 01.00, gempa terasa sangat kencang. Cafe sudah tutup, tapi pegawai masih berada di belakang. Awalnya saya pikir hanya tembok yang retak, terdengar suara ‘krak krak’. Tidak lama kemudian, atap bangunan roboh menimpa kanopi," terangnya.
Pegawai sempat berada di belakang bangunan saat gempa terjadi, kemudian kembali ke bagian depan sebelum atap benar-benar runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa fasilitas cafe, seperti lampu dan kanopi, mengalami kerusakan. Cornelius memperkirakan kerugian mencapai Rp4–5 juta.
"Kerugian saya perkirakan lumayan, sekitar Rp4-5 juta," ujar dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan tua yang sudah lama kosong.
"Tim kami tengah membersihkan lokasi agar bisa digunakan kembali. Tidak ada korban jiwa, dan kerugian masih dihitung," katanya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, sementara ini sudah ada dua bangunan dilaporkan rusak akibat gempa yang berpusat di laut dangkal, 89 kilometer tenggara daerah itu pada dini hari.
"Saat ini masih fase monitoring dan pengumpulan data. Informasi awal memang ada laporan kerusakan bangunan," ujar Erwin.
Laporan sementara menyebutkan kerusakan terjadi di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, berupa rumah warga yang runtuh sebagian.
Kerusakan serupa juga dilaporkan di Desa Kembang, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Ploso, serta di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.
Baca juga: Puluhan Siswa PAUD-TK di Jember Diduga Keracunan MBG, BPOM Selidiki Dapur Penyedia
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo mengatakan gempa dengan magnitudo 6,4 yang berpusat di Pacitan pada Jumat dini hari terasa guncangannya hingga kabupaten itu dan pihaknya masih melakukan pemantauan potensi bangunan rusak akibat gempa tersebut.
"Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi dirasakan sebagian warga Jember di dalam ruangan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang," kata Edi di Jember, Jumat.
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 yang berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan mengguncang wilayah pesisir selatan Pulau Jawa pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.10 WIB.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi, serta beberapa wilayah di jalur Pantura.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berpusat di koordinat 8,89 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,18 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 58 kilometer atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 89 km tenggara kota Pacitan.
Baca juga: Korban Diduga Keracunan MBG di Jember Bertambah Jadi 22 Anak
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.35 WIB belum terpantau adanya gempa susulan dan gempa tersebut merupakan gempa megathrust dengan kedalaman dangkal.
"Hingga pukul 9.30 WIB belum ada laporan dampak kerusakan di Kabupaten Jember yang ditimbulkan akibat gempa bumi Pacitan bermagnitudo 6,4 tersebut," katanya.
Edi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan sebaiknya menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa bumi ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," ucap Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo.
Editor : Wahyudi