KLIKJATIM.Com | Gresik – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik, menjadi pusat perhatian rombongan Explore Business Harian Disway. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh tokoh pers nasional, Dahlan Iskan, ini bertujuan membedah potensi besar kawasan industri terintegrasi yang digadang-gadang sebagai penggerak utama ekonomi masa depan.
JIIPE bukan sekadar lahan industri biasa. Kawasan seluas 3.000 hektare ini menawarkan konsep one-stop service untuk para investor. Direktur SEZ dan Hubungan Eksternal JIIPE, Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa integrasi layanan adalah kekuatan utama mereka.
Baca juga: Ambil Sumpah di Hadapan Api Abadi, Ratusan ASN Bojonegoro Jalani Mutasi di Kayangan Api
“Mulai dari listrik, gas, air bersih, hingga layanan keimigrasian dan bea cukai sudah terintegrasi di sini,” ujar Ayu saat menyambut rombongan, Selasa (27/1).
Kawasan ini dirancang sangat detail, mencakup zona industri, pelabuhan laut dalam, hingga perumahan yang diproyeksikan mampu menampung 42 ribu tenaga kerja. Inovasi ramah lingkungan juga menjadi sorotan dengan adanya rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (solar) terapung di area pelabuhan.
Saat ini, JIIPE telah menjadi magnet bagi raksasa dunia. Selain PT Freeport Indonesia yang membangun fasilitas pemurnian (smelter) besar, kawasan ini telah dihuni oleh 32 pelaku usaha dari berbagai negara seperti China, Jepang, Swiss, hingga Amerika Serikat. Bank Indonesia bahkan telah memperkuat ekosistem finansial dengan mendirikan kantor di sana.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), JIIPE menawarkan efisiensi logistik yang luar biasa. Pelabuhan laut dalam seluas 406 hektare dilengkapi dengan sistem conveyor yang terhubung langsung ke pabrik-pabrik, memangkas waktu dan biaya distribusi secara signifikan.
Baca juga: Tertinggi di Jawa Timur, Capaian Koperasi Merah Putih Lamongan Tuai Apresiasi Menko Pangan
Status KEK yang disandang JIIPE turut memberikan "karpet merah" bagi investor melalui berbagai insentif fiskal, seperti potongan pajak penghasilan, kemudahan bea cukai, serta perizinan konstruksi yang cepat.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dahlan Iskan dan rombongan berkesempatan meninjau langsung aktivitas di pelabuhan internasional serta melihat geliat industri yang mulai beroperasi. Integrasi fasilitas ini diharapkan tidak hanya menurunkan biaya logistik nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global.
Editor : Fatih