Wujudkan Ekosistem Pendidikan Berkeadilan, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 26 Sekolah di Kediri

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 sekolah yang terdiri dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten serta Kota Kediri.

KLIKJATIM.Com | Kediri – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 sekolah yang terdiri dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten serta Kota Kediri, Minggu (25/1). Langkah ini ditegaskan sebagai upaya strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan bermutu untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 26 sekolah, baik negeri maupun swasta, kini tampil dengan wajah baru. Di antaranya adalah SMKN 2 Kediri, SMKN 3 Kediri, SMAN 1 Pare, hingga berbagai sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah swasta berbasis pesantren. Khofifah menekankan bahwa perbaikan ini bukan sekadar urusan fisik, melainkan investasi masa depan bagi generasi muda.

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara

“Rehabilitasi dan revitalisasi sekolah tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, tetapi menjadi bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik,” ujar Khofifah.

Salah satu poin penting yang ditegaskan Gubernur adalah prinsip keadilan pendidikan. Baginya, sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah, sehingga tidak boleh ada jarak dalam penyediaan fasilitas belajar yang layak.

Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep

"Di manapun para siswa bersekolah, memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Oleh karena itu, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur," tegasnya.

Khofifah juga berpesan agar perubahan fisik sekolah ini diikuti dengan "revitalisasi mental". Para kepala sekolah dan guru diajak untuk membarui cara mengajar serta memperkuat budaya inovasi dan kolaborasi. Lingkungan belajar yang nyaman diyakini akan menjadi katalisator bagi peningkatan prestasi siswa.

Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan

Dalam kunjungannya, Gubernur juga meninjau praktik ketahanan pangan di SMKN 1 Plosoklaten. Di sana, para siswa terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan dan budidaya tanaman. Model pembelajaran kontekstual ini dinilai Khofifah sangat efektif dalam menyiapkan mental siswa menghadapi dunia industri.

Mengakhiri agenda peresmian, Khofifah mengapresiasi semangat Dinas Pendidikan Jatim melalui slogan 'JATIM CERDAS'. Ia berharap seluruh insan pendidikan merasa memiliki fasilitas yang telah dibangun dan merawatnya demi keberlanjutan mimpi anak-anak bangsa.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru