KLIKJATIM.Com | Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengawali langkah di tahun baru 2026 dengan melakukan akselerasi pada sektor pendidikan.
Gubernur Khofifah secara resmi meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana di 38 sekolah yang tersebar di wilayah Malang Raya. Acara peresmian tersebut dipusatkan di Halaman SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, pada Jumat siang.
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti untuk 23 SMK, 12 SMA, serta 3 SLB, baik negeri maupun swasta. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari visi Presiden Prabowo melalui Asta Cita dan program Nawa Bhakti Satya Jatim Cerdas guna meningkatkan kualitas pendidikan melalui fasilitas yang memenuhi standar mutu.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyediaan fasilitas yang layak adalah kunci untuk menciptakan atmosfer belajar yang kondusif. Ia menekankan bahwa perbaikan tidak hanya menyasar ruang kelas, tetapi juga fasilitas sanitasi yang seringkali luput dari perhatian.
"Ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah menyiapkan sarpras yang lebih layak serta menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik. Sebagian besar bantuan difokuskan untuk kamar mandi atau toilet, ruang kelas, hingga laboratorium. Kita berharap seluruh sekolah kita kualitas sarprasnya makin membaik," ujar Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menginginkan agar setiap unit pendidikan di Jawa Timur mampu memberikan layanan yang terintegrasi, mulai dari kurikulum, tenaga pendidik, hingga infrastruktur fisik yang memadai. Menurutnya, awal tahun 2026 harus menjadi momentum bagi seluruh insan pendidikan untuk bergerak cepat.
"Kita ingin pastikan di awal 2026 ini Pemprov Jatim siap tancap gas dan gercep semuanya terutama sektor pendidikan. Pendidikan Jawa Timur diarahkan untuk semakin berkarakter dan berdampak nyata bagi masa depan generasi melalui program renovasi maupun revitalisasi sarana prasarana. Ini ikhtiar untuk memperkuat fondasi pendidikan Jawa Timur," tegasnya.
Selain perbaikan fisik, Khofifah menitipkan pesan mendalam mengenai penguatan karakter siswa. Ia berharap fasilitas yang sudah diperbaiki menjadi pemantik semangat bagi para guru untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
"Tentu bukan hanya fisik, yang kita lebih ingin dikuatkan lagi adalah pendidikan karakter bagi siswa-siswi kita. Harapan kita penguatan karakter ini akan membawa anak-anak di Indonesia Emas 2045. Pemimpin berkarakter terlahir dari bumi Majapahit," imbuh Khofifah.
Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut program ini sebagai lompatan transformasi yang signifikan. Ia merinci bahwa bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan krusial, mulai dari ruang praktik siswa, laboratorium, hingga alat-alat praktik vokasi yang selama ini membutuhkan pembaruan.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
"Ini adalah lompatan transformasi untuk pendidikan Jawa Timur yang berdampak. Ikhtiar mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat renovasi maupun revitalisasi sarana prasarana. Harapannya, tentu supaya proses belajar mengajar peserta didik bisa terselenggara baik, aman, dan nyaman," kata Aries.
Aries juga menambahkan bahwa meski terdapat tantangan efisiensi anggaran di tahun 2026, Gubernur Khofifah tetap memberikan porsi prioritas pada perbaikan sekolah. Hal ini dikarenakan masih adanya sekolah yang membutuhkan ruang kelas baru serta alat laboratorium untuk menunjang kompetensi siswa di era persaingan global.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menunjukkan sisi humanisnya dengan menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah, beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta paket sembako bagi petugas kebersihan dan penjaga sekolah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan.
Editor : Fatih