KLIKJATIM.Com | Lamongan – Capaian membanggakan ditunjukkan oleh sektor pertanian di Kabupaten Lamongan. Per tanggal 29 Desember 2025, Luas Tambah Tanam (LTT) di daerah berjuluk Kota Soto ini berhasil melampaui target yang ditetapkan secara nasional.
Tercatat, LTT Lamongan mencapai 192.430 hektar, melebihi target nasional yang dipatok sebesar 192.373 hektar.
Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk kesiapan daerah dalam mendukung visi ketahanan pangan pusat. Hal tersebut selaras dengan cita-cita besar yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait kedaulatan pangan nasional.
“LTT di Kabupaten Lamongan sudah melampaui target angka yang telah ditetapkan nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan siap berkontribusi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan tahun 2025, seperti yang telah ditargetkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” tutur Mugito saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Lamongan, Selasa (30/12/2025).
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan luas baku sawah mencapai 96.095,5 hektar, Pemkab Lamongan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menggenjot produktivitas.
Baca juga: Demo Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di DPRD Jember Memanas, Massa Cekcok dengan Ratusan Kades
Upaya tersebut meliputi penyediaan bibit berkualitas, rehabilitasi jaringan irigasi mulai dari tingkat primer hingga tersier, pembangunan embung, serta pengadaan sumur dalam maupun dangkal. Selain itu, optimalisasi potensi lahan rawa, lahan bera, hingga perhutanan sosial juga dilakukan guna memastikan tidak ada lahan yang menganggur.
Pendampingan kepada petani juga diperkuat melalui sekolah lapang seperti SL GAP (Good Agricultural Practices) dan SL PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Pemkab Lamongan pun melakukan monitoring harian di lapangan untuk mengidentifikasi ketersediaan benih, pupuk, serta alat mesin pertanian (alsintan) agar budidaya padi dapat terkawal hingga masa panen tiba.
Mugito menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan petani menjadi kunci utama dalam mensukseskan program swasembada ini. Bahkan, kebijakan penggunaan dana desa kini diarahkan untuk memperkuat sektor fundamental di wilayah pedesaan tersebut.
Baca juga: Dari Pemula hingga Juara Nasional, Daya Fawziya Buktikan Pentingnya Edukasi Safety Riding
“Pemkab Lamongan dan petani Lamongan siap serempak mensukseskan program swasembada pangan. Ragam upaya telah dilakukan, bahkan Pemkab Lamongan sudah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk pertanian, dan rencananya akan kami gunakan untuk pelaksanaan sekolah lapang. Tujuannya agar kemampuan petani lebih maksimal dalam mengelola dan mengatasi masalah pertanian,” jelas Mugito.
Di akhir keterangannya, Mugito menekankan bahwa keberhasilan LTT ini tidak hanya sekadar soal angka statistik, melainkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas. Dengan bertambahnya luas area tanam, volume produksi pangan secara otomatis meningkat, yang pada gilirannya membuka peluang kerja baru di wilayah perdesaan serta meningkatkan nilai ekonomi lahan tidur yang selama ini belum tergarap maksimal.
Editor : Fatih