Bupati Sumenep Tegaskan APBD 2026 Harus Inovatif, OPD Diminta Tinggalkan Pola Salin-Tempel Program

Reporter : Hendra
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat diwawancara dalam sebuah kesempatan oleh awak media. (M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam perencanaan pembangunan daerah.

Seluruh Organisasi PerangkatDaerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta bekerja lebih kreatif, adaptif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Baca juga: Hadirkan Musik Tong-Tong hingga Motor Listrik, Honda Premium Matic Day di Sumenep Sedot Perhatian Warga

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, secara tegas mengingatkan agar penyusunan program dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 tidak lagi dilakukan dengan cara menyalin program lama tanpa evaluasi mendalam.

Menurutnya, kebiasaan tersebut berisiko membuat arah pembangunan stagnan dan tidak mampu menjawab persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Ia menilai dinamika sosial dan ekonomi terus berkembang, sehingga perencanaan pembangunan harus responsif terhadap kondisi lapangan.

“Perencanaan tidak boleh bersifat rutinitas. Setiap program harus lahir dari kebutuhan masyarakat, data yang valid, serta hasil evaluasi program sebelumnya,” ujar Bupati Fauzi, Minggu (28/12).

Ia menegaskan, pendekatan salin-tempel dalam penyusunan program berpotensi membuat kebijakan melenceng dari sasaran. Jika terus dibiarkan, hal itu dapat menghambat efektivitas pembangunan dan mengurangi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Karena itu, Bupati Fauzi meminta OPD lebih serius memetakan persoalan daerah, menggali potensi sektor unggulan, serta memastikan setiap kegiatan yang diusulkan benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi program yang hanya mengulang kegiatan tahun lalu. OPD harus menghadirkan inovasi yang solutif dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Madura Batik Fest 2026 Dibuka, Gerakan Kolektif Hidupkan Kembali Budaya Lokal

Selain inovasi, ia juga mengingatkan agar seluruh kebijakan pembangunan berjalan searah dengan visi dan misi kepala daerah. Menurutnya, perencanaan yang baik tidak cukup bersifat administratif, tetapi harus berorientasi pada hasil dan dampak yang terukur.

“Yang terpenting bukan sekadar terserapnya anggaran, melainkan hasil nyata dari pembangunan itu sendiri,” ucap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Bupati Fauzi berharap program-program APBD 2026 mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pemerataan layanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah seperti pariwisata dan UMKM.

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan, ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas OPD. Menurutnya, lemahnya sinergi kerap memicu tumpang tindih program yang berdampak pada inefisiensi anggaran.

Baca juga: KPK Periksa Saksi Korupsi Hibah Pokmas Jatim, Nama Pengelola MBG Ikut Terseret di Sumenep

“Sinergi antarlembaga harus diperkuat. Program antar-OPD harus saling terhubung agar pelaksanaannya lebih efisien dan dampaknya lebih besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Fauzi mendorong peningkatan kapasitas ASN sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Ia menilai kualitas perencanaan sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia yang menyusunnya.

“ASN harus terus meningkatkan kompetensi agar perencanaan berbasis kinerja dan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan,” tutur bupati dua periode itu.

Melalui penegasan tersebut, Pemkab Sumenep menyatakan komitmennya untuk terus membenahi sistem perencanaan dan penganggaran, sehingga setiap rupiah APBD benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. 

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru