Warung di Batang-Batang Sumenep Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Reporter : Hendra
Petugas TNI-Polri bersama warga meninjau kondisi bagian dalam warung yang terdampak kebakaran di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. (doc. M.Hendra.E/KLIKJATIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Sebuah warung milik warga Desa Dapenda dilalap api di Dusun Pasaran, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, terbakar .


Insiden ini terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 siang, sekitar pukul 12.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp75 juta.

Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026


Warung yang diketahui bernama Riskiyah itu merupakan milik Saifur, 32 tahun. Saat kebakaran terjadi, Saifur tengah melayani pembeli. Ia mendadak melihat percikan api muncul dari bagian atas bangunan, tepatnya di area plafon. 


Api kemudian dengan cepat menjalar dan membakar sejumlah barang berbahan plastik yang mudah tersulut. Melihat api membesar, warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan bantuan. 


Mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. 


Tidak berselang lama, unit Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan kobaran api sekitar sepuluh menit kemudian.

Baca juga: Kredit Fiktif Rp182 Juta di BRI Sumenep, Korban Minta Semua yang Terlibat Diadili


Kapolsek Batang-Batang, Iptu Ratman Desianto, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara guna mengetahui penyebab insiden tersebut.


“Berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi serta hasil pengumpulan bahan keterangan di TKP, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik yang berada di pinggir bangunan, kemudian menyambar plafon dan bahan plastik yang mudah terbakar,” ujar Ratman, saat dikonfirmasi Klikjatim, Minggu (28/12) pagi.


Menurut dia, aparat Polsek Batang-Batang telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, menghimpun keterangan saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan di tingkat atas.

Baca juga: Enam ASN Sumenep Terciduk Berada di Luar Kantor Saat Jam Kerja, Satpol PP Bakal Laporkan ke Bupati


“Korban menjual perlengkapan bayi dan bahan sosis. Atas kejadian ini, korban tidak melaporkan secara resmi dan tidak menempuh upaya hukum, serta menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” ujarnya menambahkan.


Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama di tempat usaha yang menyimpan banyak barang mudah terbakar. 


Kewaspadaan terhadap potensi korsleting dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari.

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru