Pengurus PERDOKI Jatim 2025–2028 Dilantik

Kedokteran Okupasi Ditegaskan sebagai Pilar Kesehatan dan Produktivitas Pekerja

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Pengurus Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) Cabang Jawa Timur periode 2025–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Movenpick Hotel Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya  — Pengurus Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) Cabang Jawa Timur periode 2025–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Movenpick Hotel Surabaya, Sabtu (6/12).

Pelantikan tersebut dirangkai dengan Seminar Ilmiah bertema “The Role of Occupational Medicine in Enhancing Worker Health & Productivity” yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Baca juga: Kasus Korupsi BSPS Sumenep Memanas: Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Baru

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur, Taspen Kantor Cabang Surabaya, serta Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim). Kehadiran lintas institusi ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia kesehatan, industri, dan pemerintah dalam menjaga kesehatan pekerja.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PERDOKI bersama perwakilan IDI Wilayah Jawa Timur. Dalam sambutannya, Ketua PERDOKI Cabang Jawa Timur terpilih, dr. Izzatul Abadiyah, Sp.Ok, AIFO-K, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran dokter spesialis kedokteran okupasi melalui peningkatan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan pekerja di Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi keynote speech yang disampaikan oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah. Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat PERDOKI, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, MS, PKK, PGDRM, Sp.Ok Subsp. ToksiKO(K), Ph.D, menekankan bahwa kedokteran okupasi memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing industri nasional melalui pencegahan penyakit akibat kerja dan penguatan budaya hidup sehat di tempat kerja.

Baca juga: Wings Group Buka Lowongan Kerja untuk 49 Posisi

Sementara itu, perwakilan Wakil Kepala Wilayah Bidang Human Capital, Digitalisasi, dan Aset BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Timur menyoroti pentingnya integrasi pelayanan kesehatan kerja dengan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan komprehensif bagi pekerja. Pada kesempatan yang sama, Edi Priyanto, Wakil Ketua DK3P Jawa Timur, menegaskan bahwa sinergi antara kesehatan kerja, keselamatan kerja, dan kebijakan ketenagakerjaan merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan produktivitas nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam sesi seminar ilmiah, dua topik utama yang relevan dengan kondisi dunia kerja saat ini dipresentasikan. dr. Handrianto, Sp.Ok memaparkan materi bertajuk “Fit to Work: What, Who, Why, When & How” yang mengulas pentingnya penilaian kelayakan kerja sebagai dasar penempatan tenaga kerja yang aman dan produktif. Sementara itu, dr. Izzatul Abadiyah, Sp.Ok, AIFO-K menyampaikan materi “Occupational Disease: Implementation, Obstacles, Challenges & Solutions” yang membahas implementasi, hambatan, tantangan, serta solusi dalam pencegahan dan penanganan penyakit akibat kerja.

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh dr. Hindiyati Nuriah, Sp.Ok berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan peserta yang berasal dari kalangan perusahaan, rumah sakit, serta institusi pemerintah, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas.

Baca juga: Gerak Cepat Khofifah Pulihkan Nadi Pertanian Situbondo, Targetkan Irigasi Rampung dalam Tiga Hari

Melalui pelantikan dan seminar ini, PERDOKI Cabang Jawa Timur berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi, meningkatkan kompetensi profesional anggotanya, serta mendorong terwujudnya lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan unggul dalam produktivitas. Peran kedokteran okupasi dinilai semakin strategis dalam menghadapi dinamika industri dan tantangan global.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan bahwa kesehatan pekerja benar-benar menjadi prioritas utama, bukan sekadar aspek administratif, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi dan pembangunan,” disampaikan perwakilan panitia di akhir acara.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru