Atasi Tantangan Kesehatan Mata Indonesia, Puluhan Dokter Tingkatkan Standar Keahlian di NEC LASIK Course

Reporter : Rozy
Peserta dokter mata mendapat materi dari berbagai sesi sebelum praktek LASIK.

KLIKJATIM.COM | Surabaya – National Eye Center (NEC) kembali menggelar LASIK Course & Wetlab Batch 4, sebuah pelatihan lanjutan yang menjadi program strategis untuk meningkatkan kompetensi dokter spesialis mata dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 29 - 30 November 2025 ini bertujuan menjawab tantangan kesehatan mata nasional, khususnya dalam pemerataan layanan bedah refraksi di daerah.

Pelatihan ini menyediakan ruang pembelajaran mendalam mengenai teknologi Laser Vision Correction (LVC), prosedur bedah refraksi yang permintaannya terus meningkat seiring tingginya angka kelainan refraksi.

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, turut mengapresiasi dan menghadiri kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyoroti urgensi pelatihan ini di tengah tantangan kesehatan mata Indonesia yang signifikan.

"Saat ini diperkirakan lebih dari 150 juta anak mengalami gangguan penglihatan dan akan terus meningkat hingga 2050. Saya berharap para dokter muda, khususnya sejawat dokter mata, terus menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan kompetensi, termasuk dalam bedah refraksi seperti ini," ungkap Prof. Budu.

Ketua Panitia dari NEC Surabaya, dr. Nuke Erlina Mayasari, Sp.M, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang intensif dan terstruktur untuk menjawab kebutuhan tenaga medis dalam memahami perkembangan teknologi bedah refraksi modern.

“Permintaan layanan LVC terus meningkat. Artinya, dokter juga harus mampu mengikuti standar terbaru, mulai dari pemahaman prinsip dasar laser, teknik pembuatan flap, evaluasi pre-operatif, hingga manajemen komplikasi pasca operasi," jelas dr. Nuke.

Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kota, menunjukkan tingginya minat terhadap pelatihan refraktif yang komprehensif. Peserta terjauh datang dari Palembang, Makassar, Banjarbaru, Pekanbaru, dan Kalimantan.

Baca juga: Sinyal Kereta Api Jember–Bondowoso Kembali Menyala, Tim Ahli Mulai Petakan Jalur Nonaktif

Tahun ini, NEC di bawah naungan Eyelink Education menghadirkan pembicara internasional, Dr. Sheetal Brar dari India. Dr. Brar merupakan ahli bedah refraksi berpengalaman dengan rekam jejak lebih dari 10.000 prosedur refraktif, termasuk teknik terbaru seperti SMILE dan presbyopic surgeries.

“Tahun ini kami kembali menghadirkan sesi terkait Presbyond sebagai salah satu metode LASIK terbaru dan materi tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Sheetal Brar. Pendekatan ini kami yakin memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta,” tambah dr. Nuke.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktik langsung melalui wetlab yang didampingi instruktur secara personal. Pendekatan mentoring intensif ini memungkinkan setiap peserta untuk mengasah keterampilan teknis secara aman, fokus, dan terarah.

Baca juga: Kasus Korupsi BSPS Sumenep Memanas: Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Baru

Salah satu peserta, dr. Surya dari RS Awal Bros Pekanbaru, mengungkapkan bahwa materi yang didapat sangat lengkap dan applicable.

"Lasik Course ini memberi manfaat besar bagi saya sehingga lebih percaya diri dan yakin membuka layanan LASIK terutama di daerah,” tuturnya.

Melalui acara yang tersertifikasi oleh SKP Kemenkes ini, NEC berkomitmen memperkuat kualitas layanan bedah refraksi di berbagai daerah, sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap tindakan koreksi penglihatan yang aman dan terpercaya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru