Pemkab Malang Matangkan Rencana Penerapan PSBB

klikjatim.com
Bupati Malang, M Sanusi

KLIKJATIM.Com | Malang - Rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi untuk diajukan ke Pemprov Jatim.

[irp]

Baca juga: Polres Malang Bekuk Dukun Cabul Berkedok Pengobatan Alternatif

"Pekan ini berkas pengajuan PSBB siap diajukan ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa," kata Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

Dikatakan, sebelum diserahkan ke gubernur, pihaknya mematangkan dulu. Jika semuanya sudah disiapkan maka pengajuan akan diserahkan dalam pekan ini. Bupati Sanusi mengatakan, ternyata masih perlu dipersiapkan lagi secara detail agar PSBB Malang Raya tidak gagal penerapannya.

"Perlu dimatangkan. Banyak yang harus disiapkan, kesiapan mulai dari petugasnya, sosial ekonominya, itu yang perlu disiapkan," tutur Sanusi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Terkait apakah ada sanksi yang diberlakukan jika ada masyarakat melanggar aturan PSBB, Sanusi menuturkan belum memikirkan hal tersebut. Sejauh ini masyarakat Kabupaten Malang sudah patuh alias tidak bandel.

[irp]

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, menjelaskan, wilayah Kabupaten Malang sudah layak dilakukan PSBB. Untuk skoring Kabupaten Malang layak menerapkan PSBB adalah pada angka delapan hingga 10.

Baca juga: Resmikan Grand Paviliun RSSA Malang, Gubernur Khofifah: Tak Perlu ke Luar Negeri, Kualitas Kita Sudah Berstandar Global

"Ada empat indikator dalam menentukan hasil akhir suatu wilayah layak atau tidak menerapkan PSBB," terang dia.

Pertama, terjadi pertambahan kasus menjadi dua kali lipat dalam waktu tiga periode berturut-turut. Kedua, pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah menjalani rapid rest dan tes swab mendapati hasil positif virus corona. Ketiga, jumlah kematian terjadi pertambahan dalam waktu tiga periode berturut-turut. Keempat, penyebaran terjadi transmisi penularan lintas wilayah desa. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru