KLIKJATIM.Com | Gresik – Wacana pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi perhatian serius di Kabupaten Gresik. Pasalnya, nilai pemangkasan tersebut diperkirakan mencapai hampir setengah triliun rupiah, yang berpotensi memengaruhi sejumlah program pembangunan dan layanan publik.
Menanggapi hal ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif agar pelayanan masyarakat tidak terdampak. Menurutnya, belanja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik tetap akan menjadi prioritas utama.
Baca juga: Resmob Polres Gresik Ringkus Dua Terduga Pelaku Pembobol Rumah, Emas Korban Raib Senilai Rp82,6 Juta
“Harapan kami, rencana pemangkasan TKD ini bisa dievaluasi kembali. Namun demikian, Pemkab Gresik sudah menyiapkan strategi dengan melakukan rasionalisasi belanja. Kami pastikan, pengeluaran yang berkaitan langsung dengan masyarakat akan tetap diutamakan,” ujar Bupati Yani saat meresmikan Mushola di Kantor Satpol PP Gresik, Rabu (8/10).
Ia menambahkan, anggaran yang menyentuh sektor vital seperti infrastruktur dan kesehatan akan terus dikawal.
Baca juga: Truk Box Terguling di Simpang Empat Segoromadu Gresik Timpa Dua Motor, Tak Ada Korban Jiwa
“Kami akan evaluasi mana proyek infrastruktur yang benar-benar bisa mengungkit perekonomian warga. Begitu pula dengan target Universal Health Coverage (UHC), tetap kami kawal agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Dana Transfer Pusat ke Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar Tahun Depan, Fiskal Daerah TerguncangSebaliknya, belanja yang bersifat seremonial atau administratif umum akan dievaluasi ulang. Pemerataan pembangunan infrastruktur, lanjut Yani, tetap berjalan namun dilakukan secara lebih selektif berdasarkan besaran manfaat bagi warga.
“Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti,” ujarnya menegaskan.
Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar
Selain efisiensi belanja, Pemkab Gresik juga menyiapkan strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset, serta inovasi pelayanan publik menjadi langkah konkret untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.
“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk program yang benar-benar memberi dampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas Bupati Yani. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar