Kritik Pedas DPRD Bangkalan: Reza Teguh Sentil CSR Perusahaan Dinilai Tidak Tepat Sasaran

klikjatim.com
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Reza Teguh Wibowo.

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, menyoroti penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan di Kabupaten Bangkalan yang dinilai tidak transparan dan tidak tepat sasaran.

Dalam rapat koordinasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) di Pendopo Agung pada Rabu, 8 Oktober 2025, Reza Teguh menegaskan perlunya langkah tegas agar dana CSR benar-benar berpihak kepada masyarakat lokal.

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

Reza mengungkapkan kejanggalan dalam pola penyaluran CSR selama ini. “Selama ini CSR perusahaan di Bangkalan justru banyak disalurkan ke luar daerah, bukan untuk warga sekitar. Misalnya untuk kegiatan di Surabaya seperti lomba bulu tangkis atau acara kampus. Padahal masyarakat di sekitar perusahaan yang seharusnya merasakan manfaatnya,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga : Kasus Pemerkosaan Dua Remaja di Sepulu, DPRD Bangkalan Minta Pelaku Segera Ditangkap
Politisi ini juga menyoroti kelemahan dalam regulasi daerah, yaitu Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang pelaksanaan CSR, yang dinilai tidak mengatur secara jelas besaran nominal yang wajib disalurkan perusahaan.

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Untuk mengatasi permasalahan ini, Reza Teguh mendorong revisi perda serta pembentukan tim audit independen dari pihak ketiga. Hal ini penting agar pelaksanaan CSR dapat berjalan lebih objektif, transparan, dan terukur.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

Menurutnya, beberapa perusahaan besar, seperti PHE WMO, belum menyalurkan CSR secara optimal dan proporsional dengan hasil produksinya. “Hasil produksinya besar, tapi CSR-nya hanya sembako untuk tiga desa. Itu tidak sepadan. CSR seharusnya diarahkan ke program berkelanjutan seperti pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Baca Juga : Agus Kurniawan Resmi Nakhodai IPSI Bangkalan
Ia menekankan bahwa pelaksanaan CSR harus selaras dengan program prioritas Pemkab Bangkalan dan tidak sekadar kegiatan seremonial atau didasarkan pada kepentingan perusahaan. “CSR harus berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (yud) 

Editor : Suryadi Arfa

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru