KLIKJATIM.Com | Gresik – Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PKB, Muhammad Rizaldi Saputra, melaksanakan reses di daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo beberapa waktu lalu. Dalam agenda tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka mulai dari infrastruktur, fasilitas publik, hingga persoalan ketenagakerjaan.
Rizaldi menegaskan bahwa reses merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan permasalahan di wilayahnya secara langsung kepada wakil rakyat. “Semua aspirasi akan saya perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Inilah bentuk kerja nyata kita bersama,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Gresik tersebut.
Baca juga: Komisi I DPRD Gresik Ingatkan BKPSDM Agar Sistem Merit ASN Tidak Sekedar Formalitas
Sejumlah warga menyampaikan aspirasi, di antaranya tentang pergantian nama Gerbang Tol Krian ruas Tol Sumo KM 729. Menurut warga penamaan gerbang tersebut tidak sesuai wilayah karena berada di ruas jalan raya Legundi–Karangandong, sehingga menimbulkan kebingungan sekaligus menurunkan martabat Kabupaten Gresik.
"Warga juga mengusulkan adanya pintu tol khusus di ruas Tol KLBM KM 1-800 untuk memudahkan akses warga Gresik Selatan menuju Kota Gresik serta mengurai kemacetan di Legundi," ujarnya.
Baca juga: Komisi I DPRD Gresik Ingatkan BKPSDM Agar Sistem Merit ASN Tidak Sekedar FormalitasAspirasi lain dari warga, menekankan pentingnya perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) dari Legundi hingga Kedunganyar, serta normalisasi sungai Avur yang sudah lama tidak dilakukan sejak 15 tahun lalu. ada juga warga yang meminta perhatian pada PJU di Jalan Raya Bambe–Legundi yang rawan kecelakaan, normalisasi bantaran sungai di Legundi–Bambe, serta perbaikan drainase di daerah Sumput dan bantaran Sungai Kalimas. Juga perlunya sosialisasi dan pelatihan kerja bagi pengangguran di desa-desa setempat.
"Ada juga warga yang meminta agar Pemkab Gresik membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus di wilayah Gresik Selatan. Selama ini masyarakat harus jauh ke Gresik kota, padahal kebutuhan peningkatan keterampilan sangat mendesak,” ujar Rizaldi.
Soal pertanian juga tak luput dari perhatian warga, beberapa petani mengeluhkan sulitnya petani memperoleh BBM untuk mesin pertanian karena aturan penggunaan barcode dan syarat administratif yang dianggap menyulitkan.
Baca juga: Komisi I DPRD Gresik Minta KPU Evaluasi RKB, Sosialisasi Dinilai Lemah
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Rizaldi menyatakan akan mengawal dan memperjuangkannya di DPRD. “Semua masukan ini adalah amanah. Saya akan mendorong agar pemerintah daerah memberi perhatian lebih kepada warga Gresik Selatan, terutama soal infrastruktur, layanan publik, dan peningkatan keterampilan kerja,” tegasnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar