KLIKJATIM.Com | Sampang - Kondisi memprihatinkan melanda SD Negeri Gunung Rancak 1, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Atap salah satu ruang kelas di sekolah ini roboh dan membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Akibatnya, siswa terpaksa belajar di teras atau bahkan menumpang di lokasi milik warga.
Kepala Sekolah SDN Gunung Rancak 1, Solihin, membenarkan bahwa kejadian ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Ia mengungkapkan bahwa ada seorang siswa yang sempat tertimpa reruntuhan, meskipun hanya mengalami luka ringan dan trauma.
Baca Juga : PMI Sampang Ajak Masyarakat Bersinergi Tingkatkan Pelayanan Kemanusiaan"Ya mas, memang dulu ada siswa yang tertimpa reruntuhan bangunan atap kelas, namun masih selamat, hanya mengalami trauma dan luka ringan," ungkap Solihin pada Senin (15/9/2025).
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Sejak insiden itu, pihak sekolah memilih untuk mengosongkan beberapa ruang kelas yang kondisinya tidak layak pakai karena khawatir akan membahayakan siswa.
"Kami memang mengosongkan ruang kelas tersebut, karena kondisi ruangannya mengkhawatirkan. Anak-anak sementara belajar di luar kelas bahkan menumpang di lokasi warga setempat agar KBM tetap berjalan dengan baik," jelasnya.
Baca Juga : DPRD Sampang Soroti Lemahnya Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak, Nilai Predikat KLA TercorengSolihin mengatakan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan perbaikan ruang kelas yang rusak ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Namun, permohonan tersebut ditolak karena terkendala masalah sertifikat bangunan.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
"Setelah diketahui bahwa posisi status bangunan sekolah masih hak pakai, bukan bersertifikat hak milik, proses pengajuan usulan perbaikan ruang kelas tersebut tidak bisa dilanjutkan," terangnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki atap yang roboh agar siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan aman.
Baca Juga : DPUPR Sampang Gelontorkan Rp 900 Juta Bangun MCK di Tiga DesaKekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh orang tua siswa, salah satunya H. Abdus. Ia merasa was-was dengan keselamatan anaknya dan siswa lainnya. Menurutnya, kondisi sekolah yang tidak layak akan membuat siswa tidak bisa fokus belajar.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
"Kami para orang tua juga khawatir dengan keselamatan anak-anak kami jika kondisi seperti ini dibiarkan terlalu lama," kata Abdus.
Ia juga takut jika saat hujan, atap yang rapuh akan roboh dan menimpa anak-anak. Abdus juga berharap pemerintah dan dinas terkait segera mengambil tindakan. "Tentu harapan kami ini segera untuk diperbaiki," pungkasnya. (yud)
Editor : fadil