KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, telah dilakukan sejak Selasa (28/4/2020). Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan meminta masyarakat tidak panik hingga memborong sejumlah barang makanan. Menurutnya, PSBB hanya pembatasan pergerakan masyarakat, hal ini berbeda dengan lockdown.
[irp]
Baca juga: Polda Jatim Ungkap Sindikat Curanmor di Pasuruan Dibongkar, Tiga Tersangka Diamankan
"Untuk itu, masyarakat tidak usah merasa ketakutan. Jadi pada kesempatan kali ini, PSBB khususnya di tiga kota, masyarakat tidak usah terlalu ketakutan dan lain-lain ini hanya pembatasan jadi jangan disalahartikan lockdown dan lain-lain. Ini pembatasan kegiatan," jelas Kapolda.
Dikatakan, memang ada sejumlah ruas jalan yang ditutup. Namun, kendaraan yang memiliki kepentingan krusial hingga masyarakat yang bekerja di beberapa sektor masih boleh melintas. "Ada memang jalan yang ditutup pada wilayah-wilayah. Tapi ini kita juga ada kendaraan yang memang boleh untuk lewat, baik itu kendaraan yang membawa sembako, sepeda motor yang antar makanan, barang, ini masih boleh semuanya. Termasuk orang sakit, logistik, BBM, petugas PLN, PAM, ada ekspedisi ini boleh semuanya," imbuhnya.
Begitu pula dengan sejumlah pasar hingga supermarket yang menjual bahan makanan, Luki menegaskan toko-toko ini tetap buka. Begitu pula dengan restoran yang tetap buka namun pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat.
[irp]
Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026
"Jam malam memang diberlakukan tetapi ini juga kita ada wilayah-wilayah tertentu di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ada pasar malam yang bukanya jam 11 malam sampai jam 03.00 WIB, ini tidak kita langsung lakukan penutupan. Jadi ada tempat dimana ekonomi ini kita tetap buka, tetap dengan aturan," ungkapnya.
"Rumah makan dan yang lainnya tetap buka dengan aturan take away. Apabila sesuai dengan aturan, saya rasa ini akan berjalan dengan baik. Yang penting dalam kegiatan PSBB ini bagaimana masyarakat patuh dan taat pada aturan yang diberlakukan oleh pemerintah," imbub Luki.
Di kesempatan ini, Luki mengajak seluruh masyarakat tetap bergotong royong dan berpartisipasi aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid) 19 di Jatim.
[irp]
"Juga partisipasi masyarakat ini sangat penting karena untuk menghadapi Covid 19 ini harus ada kebersamaan gotong royong masyarakat yang peduli terhadap hal ini. Saya yakin untuk wilayah Surabaya Raya kalau memang masyarakat ini betul-betul merasa menjadi bagian dari penanganan Covid 19 ini, Insya Allah akan menurun di wilayah Surabaya Raya," harapnya. (hen)
Editor : Redaksi