KLIKJATIM.Com | Blitar - Imbauan pemerintah agar membiasakan menjemur diri pagi hari ditaati oleh Tamsiati (72). Sayang, nenek asal Jl Kyai Mojo, Kelurahan Bendil, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini keliru memilih tempat berjemur. Dia memilih berjemur di tepi rel KA Lingkungan Bendil, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
[irp]
Baca juga: Maling Bobol Rumah Pensiunan PNS di Blitar, Perhiasan Emas Digasak Pelaku
Ketika ada KA barang (Parcel) dengan Nomor Kereta KP/10444 sekitar pukul 07.15 WIB melintas, korban tidak menyadari. Akibatnya, tubuh renta nenek Tamsiati tersambar KA yang meluncur dari arah barat ke timur. "Korban meninggal dunia tersambar KA di KM 19+8/9 petak jalan Blitar-Garum," kata Kanit Laka Lantas Polres Blitar Ipda Dodik Prasetyo.
Dijelaskan, kronologis kecelakaan berawal dari korban pagi sedang berjemur di pinggiran rel KA di belakang rumahnya bersama seorang tetangga. Mereka duduk-duduk di pinggir rel KA mencari panas sinar matahari pagi. Korban kemudian berdiri mengambil bunga di seberang rel dan dibawa ke tempatnya duduk semula. Namun karena merasa masih kurang, korban kembali berdiri dan mengambil bunga lagi.
"Pada saat mengambil bunga yang kedua ini, datang KA dari barat ke timur menyerempet korban. Korban langsung tewas di lokasi kejadian dan kami evakuasi ke rumah sakit Mardi Waluyo," imbuhnya.
[irp]
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan posisi korban berada di daerah terlarang untuk umum. Sebelumnya, masinis juga telah membunyikan seruling lokomotif untuk memperdengarkan tanda peringatan bahaya.
"Kami menerima info Masinis Kp/10444 (Parcel) relasi Jakarta gudang -Malang bahwa di kilometer atau di area jalur KA yang merupakan daerah terlarang untuk umum. Sebelumnya masinis sudah memperdengarkan semboyan 35 (memperdengarkan seruling lokomotif)," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi