Bupati Gresik Dorong Transformasi Pendidikan, PGRI Diminta Jadi Penggerak Utama

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Jajaran pengurus PGRI Kabupaten Gresik yang baru dilantik, bersama Bupati dan Wakil Bupati Gresik (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik masa bakti 2025–2030 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Acara yang digelar di Lantai 4 Kantor Bupati ini juga diwarnai dengan pengukuhan Ibunda Guru Kabupaten Gresik.

Momentum ini tak sekadar seremoni organisasi profesi, tetapi juga menjadi titik tolak bagi seluruh insan pendidikan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan yang merata dan bermakna di Kabupaten Gresik.

Baca juga: Balon Udara yang Diduga Bermuatan Petasan Meledak di Atap Rumah Warga Gresik, Dua Orang Terluka Ringan

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran PGRI sangat strategis dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan guru. Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tak hanya diukur dari besarnya anggaran, tetapi juga dari kualitas lulusan yang dihasilkan.

“Tahun depan, anggaran pendidikan kita hampir menyentuh Rp 1,26 triliun. Tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana lulusan kita benar-benar siap bersaing dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Bupati Yani juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi CT Arsa Foundation di Sukoharjo bersama Wakil Bupati Asluchul Alif. Ia terinspirasi oleh sistem pendidikan di sana yang fokus pada kelompok masyarakat kurang mampu, namun mampu mencetak lulusan berkualitas tinggi.

"Setiap tahun hanya menerima 200 siswa dari keluarga desil 1, dan 98�ri mereka diterima di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri. Ini adalah contoh nyata yang perlu kita tiru," ungkapnya.

Baca juga: PGRI Gresik Kirim Surat ke Kementerian Minta Kaji Ulang Penghapusan Formasi Guru CPNS
Sebagai bagian dari upaya nyata meningkatkan akses pendidikan, Bupati Yani mengumumkan peluncuran Sekolah Rakyat pada 30 Juli mendatang. Program ini ditujukan untuk membuka peluang belajar seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: SiLPA APBD Gresik 2025 Tembus Rp452 Miliar, Lebih Besar dari Belanja Modal

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada anak Gresik yang tertinggal dalam hal pendidikan. Kita wujudkan cita-cita Generasi Emas 2045 dengan kolaborasi dan komitmen semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gresik terpilih, Beri Avita Prasetiya, menekankan pentingnya menjadikan PGRI sebagai ruang pengembangan profesionalisme dan solidaritas antar guru.

“PGRI adalah rumah besar bagi guru, dari tingkat ranting sampai nasional. Melalui semangat kebersamaan, mari kita bangun PGRI Gresik yang lebih berdaya dan bermartabat,” katanya.

Baca juga: Tinggalkan Kunci di Dashboard Saat Tidur, Motor Pekerja Car Wash di Gresik Raib Digondol Rekan Sendiri

Dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan Nurul Haromaini Ali Ahmad Yani sebagai Ibunda Guru Kabupaten Gresik. Ia akan menjalankan peran sebagai sosok inspiratif dan pendamping moral bagi para pendidik selama lima tahun ke depan.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PGRI Jawa Timur Djoko Adi Walujo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Hariyanto, serta perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru