KLIKJATIM.Com | Sumenep – Masyarakat Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menilai kondisi peredaran narkoba di wilayah mereka telah memasuki fase kritis dan tidak bisa dianggap remeh lagi.
Lonjakan kasus terkait narkoba terus terjadi tanpa jeda, menandakan bahwa peredaran barang haram tersebut kian mengakar di berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, sejumlah warga menyebut situasi ini sudah berada pada level darurat.
Baca juga: Misteri Jasad di Blega Terungkap: Ternyata Tangan Dingin Anak Tiri yang Mengakhiri Nyawa Ibunya
Yanto, seorang pemuda asal Kangean, menyoroti maraknya penyebaran sabu-sabu yang kini dilakukan secara terbuka. Ia mengungkapkan, penggunaan narkoba tak lagi sembunyi-sembunyi dan bahkan berlangsung di tempat yang seharusnya steril, seperti fasilitas kesehatan.
Baca Juga : Penyelidikan Kasus BSPS di Sumenep Masuk Tahap Penyidikan, Sejumlah Pihak Diperiksa Intensif
"Ini sudah sangat memprihatinkan. Aktivitas konsumsi sabu berlangsung terang-terangan, bahkan di area sekitar Rumah Sakit Abuya. Negara tak bisa tinggal diam. Kami butuh langkah konkret dari pihak keamanan, terutama BNN," ucap Yanto, Kamis (10/7).
Ia juga membeberkan bahwa narkoba kini bisa diperoleh dengan sangat mudah, seolah tak ada penghalang bagi peredarannya. Para pelaku pengedar disebut sudah dikenal luas oleh masyarakat, dan jaringan distribusinya pun telah menyebar dengan bebas.
“Di sini, beli sabu itu semudah beli kacang di warung. Penegakan hukumnya lemah, dan itu menimbulkan kecurigaan, jangan-jangan ada aparat yang terlibat. Ini sudah berlangsung puluhan tahun, dan pemudalah yang jadi korbannya,” tegas Yanto penuh keprihatinan.
Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
Baca Juga : Sumenep Cetak Sejarah di Porprov Jatim IX 2025: Raih Emas Perdana Petanque dan Tambah Koleksi Medali
Selain itu, masyarakat Kangean juga mulai cemas dengan potensi masuknya narkoba dari wilayah lain, seperti yang sempat ditemukan di kawasan Masalembu, yang ditakutkan memperparah kondisi di Kangean.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah dan generasi muda, warga mendesak dilakukannya tindakan represif. Razia, operasi besar, hingga penangkapan para bandar menjadi tuntutan yang kini bergema di tengah masyarakat.
"Kalau BNN hanya diam, lalu untuk apa lembaga itu ada? Kangean sudah dikepung narkoba, dan pemerintah seolah menutup mata. Ini menyangkut nasib generasi bangsa," tutur Yanto.
Baca Juga : Sumenep Raih Sejarah, Medali Emas Pertama Ski Air di Porprov Jatim IX 2025
Warga Pulau Kangean kini berharap agar pemerintah pusat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) segera turun langsung dan menetapkan status Darurat Narkoba di wilayah mereka. Penegakan hukum yang profesional, tegas, dan bebas dari intervensi oknum sangat dinantikan demi menyelamatkan moral anak-anak bangsa dari kehancuran. (yud)
Editor : Hendra