Petani Jeruk Gresik Panen, Namun Penjualan Turun

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik - Petani kebun jeruk di Desa Kebonagung Kecamatan Ujung Pangkah panen jeruk, Minggu (19/4/2020). Namun, panen itu tidak begitu dirasakan dampaknya. Sebab, harga jeruk di pasaran turun akibat merosotnya permintaan selama pandemi corona atau covid-19.

[irp]

Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI

Menurut Syaifullah Al Aziz, salahsatu petani jeruk, panen tahun ini tidak begitu menggembirakan bagi petani. Sebab, pada saat ini yang masuk pada musim panen tapi penjualannya justru menurun. Biasanya pada musim panen seperti ini banyak yang memesan tapi sampai saat ini masih belum ada yang pesan.

"Kami merasa dengan adanya pandemi covid-19 pemasaran menurun hampir 60 persen. Namun untuk tetap jalan tapi tidak seperti sekarang ini,"kata Aziz.

Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia

Dikatkaan, saat panen raya seperti ini biasanya sudah banyak yang memesan. Bahkan para petani di Desa Kebonagung sampai kewalahan melayani pesanan. Namun saat ini panen tidak dibarengi dengan permintaan pasar.

[irp]

Baca juga: Gedung Bekas Asrama VOC di Bandar Grissee Kabupaten Gresik Dibongkar untuk Tempat Parkir, Dikritik Budayawan

"Ya Mungkin dengan adanya wabah virus ini banyak pengelola restoran yang tutup dan sehingga sulit untuk melakukan penjualan. Sebab, jeruk kami biasanya dikirim ke Surabaya, Solo, Semarang, Jogja, Jakarta dan ekspor," terang petani jeruk ini.

Dia berharap setelah wabah mereda penjualan normal kembali. Karena sangat berpengaruh sekali dengan penjualan jeruk nipis dan apalagi ditambah dengan musim hujan seperti ini tambah tidak ada yang merespon. "Kami sebagai petani bisa menjual hasil panen dan bisa kembali normal," pungkas Azis. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru